Cetak Sejarah! Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Gelar KKN Internasional di Makkah dan Madinah, Pertama di Indonesia

VIRALSUMSEL.COM – Sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan tinggi Islam di Indonesia berhasil ditorehkan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Melalui Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), kampus ini menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

Program yang dikenal dengan KKN Internasional Haramain tersebut menjadi langkah inovatif dalam memberikan pengalaman lapangan langsung kepada mahasiswa di pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah dunia.

Kepala Jurusan Manajemen Haji dan Umrah UIN Walisongo Semarang, Abdul Rozaq, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, Program Studi Manajemen Haji dan Umrah memiliki fokus pada pengelolaan, penyelenggaraan, pembimbingan, serta manajemen layanan ibadah haji dan umrah yang mencakup aspek administratif, operasional, manajerial, keagamaan hingga spiritual.

“KKN Internasional di Haramain ini insya Allah menjadi yang pertama di Indonesia, baik untuk perguruan tinggi Islam negeri maupun swasta,” ujar Abdul Rozaq saat ditemui pada Kamis (11/6/2026).

Komitmen Program Berkelanjutan

Rozaq mengakui bahwa mungkin saja pernah ada perguruan tinggi lain yang mengirim mahasiswa ke luar negeri dalam program serupa. Namun menurutnya, tantangan terbesar dari program internasional bukan hanya pelaksanaannya, melainkan keberlanjutan program tersebut.

Ia menegaskan bahwa KKN Internasional Haramain yang dijalankan UIN Walisongo dirancang menjadi program rutin tahunan yang akan terus berlanjut.

Optimisme tersebut didukung oleh kesiapan infrastruktur yang dimiliki Program Studi MHU, termasuk keberadaan biro perjalanan sendiri yang menjadi salah satu sarana praktik mahasiswa.

Baca Juga :  Hadiri Indonesia Insurance Summit 2024, Rivan A. Purwantono Dorong Kolaborasi Sektor Asuransi

“Program ini insya Allah akan terus berjalan setiap tahun. Saat ini kami juga sudah memiliki biro sendiri sehingga program ini memiliki fondasi yang kuat untuk dilanjutkan secara berkesinambungan,” katanya.

Mahasiswa Terlibat dalam Berbagai Aktivitas Sosial

KKN Internasional Haramain tidak hanya berfokus pada pendampingan jamaah haji dan umrah. Mahasiswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan edukatif selama berada di Arab Saudi.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain kampanye kebersihan di kawasan Jabal Khondamah, memperkenalkan permainan tradisional Indonesia kepada siswa di sekolah-sekolah lokal, hingga berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mendampingi jamaah umrah dari berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), sehingga mereka dapat memahami secara langsung proses pelayanan dan pendampingan jamaah di lapangan.

Pada tahun 2025, sebanyak 22 mahasiswa mengikuti program ini dengan rincian 14 mahasiswa laki-laki dan delapan mahasiswa perempuan. Sementara pada tahun 2026 jumlah peserta meningkat menjadi 28 mahasiswa.

Peningkatan jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap program yang memberikan pengalaman internasional sekaligus pengalaman profesional di bidang manajemen haji dan umrah.

Orang Tua Diminta Tidak Khawatir

Abdul Rozaq yang juga dikenal sebagai Rais Majlis Ilmi Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pendampingan yang memadai selama menjalani program di Tanah Suci.

Ia memahami bahwa sebagian orang tua mungkin memiliki kekhawatiran terkait kendala bahasa, adaptasi lingkungan, maupun aktivitas mahasiswa selama berada di luar negeri.

Namun menurutnya, seluruh peserta akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan serta warga negara Indonesia yang telah lama bermukim di Makkah dan Madinah.

Baca Juga :  Bupati Dodi Reza Terus Maksimalkan Pelayanan Posyandu di Muba

“Selain pembekalan yang diberikan di kampus, mahasiswa juga akan didampingi dua dosen pembimbing lapangan. Kami juga bekerja sama dengan saudara-saudara dari Indonesia yang telah lama tinggal di sana dan berpengalaman menjadi muthawif atau pembimbing umrah,” jelasnya.

Siapkan Lulusan Profesional dan Siap Kerja

Lebih jauh, Rozaq menegaskan bahwa keunggulan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah tidak hanya terletak pada aspek akademik, tetapi juga pada pengalaman praktik yang diberikan kepada mahasiswa sejak dini.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pengelolaan haji dan umrah di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan terlibat langsung dalam operasional biro perjalanan yang dimiliki kampus.

Selain itu, mereka juga didorong untuk mengembangkan kemampuan pemasaran dan manajemen bisnis di sektor perjalanan ibadah.

Bahkan kampus memberikan apresiasi akademik bagi mahasiswa yang berhasil memasarkan produk layanan umrah maupun haji sebagai bagian dari praktik kewirausahaan.

Menurut Rozaq, pengalaman tersebut akan menjadi modal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.

“Saat lulus nanti mereka tidak hanya memiliki ijazah dan pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata. Mereka bisa bekerja di biro perjalanan haji dan umrah, menjadi konsultan perjalanan ibadah, atau bahkan mendirikan usaha sendiri apabila memiliki kemampuan dan kesiapan yang cukup,” ujarnya.

Melalui program KKN Internasional Haramain ini, UIN Walisongo Semarang berharap dapat melahirkan generasi profesional yang tidak hanya memahami teori manajemen haji dan umrah, tetapi juga memiliki pengalaman global dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri pelayanan ibadah yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *