Usai Mundur dari BGN, Nanik Beberkan Dampak Besar Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak dan Petani

JAKARTA, VIRALSUMSEL.COM – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski telah mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.

Keputusan mundur tersebut diumumkan Nanik melalui pernyataan di media sosial resminya pada Rabu. Ia memilih fokus menjalani pengobatan penyakit jantung, namun memastikan pengabdiannya terhadap program strategis nasional itu tidak akan berhenti.

Dalam keterangannya, Nanik menepis berbagai anggapan yang menyebut Program MBG memiliki kepentingan politik. Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu sejak awal dirancang sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia agar mampu tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi emas di masa depan.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas penerima manfaat Program MBG merupakan balita hingga siswa sekolah dasar. Karena itu, ia menilai tudingan bahwa program tersebut bertujuan untuk kepentingan politik pada Pemilu 2029 tidak memiliki dasar yang kuat.

Menurut Nanik, masyarakat perlu melihat Program MBG sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi sejak dini, diharapkan lahir generasi yang sehat, produktif, dan mampu meningkatkan daya saing bangsa di masa mendatang.

Selain berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan anak, Program MBG juga dinilai memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Nanik mengatakan keberadaan program tersebut mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama petani, peternak, serta pelaku usaha pangan lokal yang menjadi pemasok bahan baku bagi ribuan dapur pelayanan gizi di berbagai daerah.

Baca Juga :  Ayo Ikuti! BLISPI Sumsel Memanggil Open Seleksi Road To Garudayaksa U-14

Ia mencontohkan kondisi ketika program sempat berhenti selama libur sekolah beberapa pekan lalu. Saat itu, banyak petani dan peternak mengeluhkan hasil panen dan produksi mereka yang tidak terserap sehingga harga komoditas mengalami penurunan.

Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa Program MBG bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan melalui peningkatan permintaan produk pangan lokal.

Meski hanya memimpin Badan Gizi Nasional dalam waktu kurang dari dua bulan, Nanik mengaku telah meletakkan sejumlah fondasi penting untuk memperkuat tata kelola lembaga tersebut.

Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan pembenahan struktur organisasi, termasuk penyegaran pejabat eselon I sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program MBG.

Sementara itu, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan bahwa pengunduran diri Nanik murni disebabkan kondisi kesehatannya. Ia menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri tersebut agar Nanik dapat menjalani pengobatan jantung.

Baca Juga :  Sukseskan Program Makan Bergizi, Pemkot Palembang Anggarkan Rp 42 Miliar

Dirgayuza mengungkapkan bahwa selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah melakukan berbagai langkah pembenahan. Di antaranya mengevaluasi hampir 28 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan perluasan dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh.

Selain itu, BGN juga melakukan berbagai langkah reformasi kelembagaan guna memperkuat tata kelola program agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Sebelumnya, Pelaksana Harian Kepala BGN Agustina Arumsari telah memperkenalkan lima pejabat eselon I baru yang ditetapkan melalui keputusan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran jajaran baru tersebut diharapkan mampu memperkuat organisasi sekaligus menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Agustina menegaskan bahwa penguatan struktur organisasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap anggaran negara yang dialokasikan untuk MBG dapat dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan bertanggung jawab sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik memastikan dirinya tetap siap memberikan dukungan dan pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG.

Baginya, program tersebut merupakan investasi besar bagi masa depan Indonesia yang harus terus dijaga keberlangsungannya demi mencetak generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *