Cupang Mulyadi hingga Cicak Lengkung Maryanto, Deretan Nama Unik Spesies Baru Temuan BRIN

Foto dok BRIN

 

 

viralsumsel.com, JAKARTA – Tak hanya menambah daftar keanekaragaman hayati Indonesia, penemuan puluhan spesies baru oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepanjang 2025 juga menghadirkan cerita menarik lewat nama-nama yang unik dan tak biasa. Salah satunya adalah Betta mulyadi, spesies ikan cupang baru yang kini resmi tercatat dalam literatur ilmiah dunia.

Secara keseluruhan, peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) BRIN mengidentifikasi 51 spesies baru, terdiri dari 32 fauna, 16 flora, dan 3 mikroba. Temuan tersebut berasal dari berbagai ekosistem di Indonesia, mulai dari hutan, sungai, gua, hingga perairan tawar terpencil.

Nama cupang Mulyadi menjadi sorotan karena menunjukkan tradisi ilmiah dalam memberi penghormatan kepada individu yang berjasa di bidang riset dan konservasi. Selain itu, sejumlah spesies lain juga diberi nama yang mencerminkan ciri khas, daerah asal, bahkan sentuhan budaya populer.

Di kelompok fauna, terdapat Aphaniotis kumbakarna, bunglon yang namanya terinspirasi tokoh pewayangan, serta Cyrtodactylus pecelmadiun, cicak jari lengkung yang merujuk pada kuliner khas Jawa Timur. Ada pula Bathynomus vaderi, isopoda laut dalam dengan nama yang mengingatkan pada karakter fiksi legendaris.

Keunikan penamaan juga muncul pada spesies ikan lain seperti Betta iaspis yang dikenal sebagai cupang batu jasper, serta Desmopuntius mahakamensis, ikan wader yang diambil dari Sungai Mahakam.

Baca Juga :  Canggih, Guru di Muba Belajar Buat Konten Belajar Berbasis Multimedia

Sementara dari amfibi, peneliti mencatat keberadaan Limnonectes nusantara, katak dengan nama yang merepresentasikan identitas kebangsaan.

Tak hanya fauna, flora hasil temuan BRIN juga memiliki nama-nama khas, terutama dari kelompok talas, begonia, dan anggrek, yang sebagian besar merujuk pada lokasi penemuan atau nama peneliti.

Kepala PRBE BRIN Arif Nurkanto menegaskan, penamaan spesies bukan sekadar formalitas ilmiah, melainkan juga cara untuk merekam jejak sejarah, budaya, dan peran manusia dalam upaya mengenali alam.

“Puluhan temuan spesies baru flora, fauna, dan mikroba tahun 2025 dari kami membuka cakrawala tentang pentingnya riset, ekspedisi, dan konservasi sumber daya hayati. Di tengah laju kepunahan yang terus berpacu dengan waktu, penemuan ilmiah menjadi harapan agar kekayaan alam tidak hilang sebelum sempat dikenal,” katanya.

Sebagian besar spesies baru tersebut bersifat endemik dan hanya ditemukan di wilayah tertentu di Indonesia. Untuk itu, BRIN menilai temuan ini memperkuat urgensi riset berkelanjutan sekaligus upaya konservasi agar spesies-spesies tersebut tidak punah sebelum benar-benar dikenal publik.

Sebanyak 16 spesies baru flora yang berhasil diidentifikasi antara lain:

Chiloschista tjiasmantoi (Anggrek Tjiasmanto)
Homalomena adei (Talas Ade)
Homalomena pistioides (Talas Apu-apu)
Homalomena chikmawatiae (Talas Chikmawati)
Begonia antoi (Begonia Anto)
Homalomena amarii (Talas Amar)
Homalomena renda (Talas Renda)
Homalomena belitungensis (Talas Belitung)
Syzygium halmaherense (Jambu Halmahera)
Dendrobium siculiforme (Anggrek mahkota pisau)
Bulbophyllum ewamiyiuu (Anggrek garis cokelat)
Begonia elegantifolia (Begonia daun elegan)
Homalomena sungaikeliensis (Talas Sungai Keli)
Homalomena polyneura (Talas Samurai)
Syzygium rubrocarpum (Ruruhi)
Homalomena siasiensis (Talas Siasi).

Baca Juga :  CEO Zafa Tour Silaturahmi dengan Tokoh Agama Sumsel, KH. Tol'at Wafa Ahmad, Lc

Sementara itu, 32 spesies baru fauna yang ditemukan meliputi:

Deutereulophus thahirae (Kumbang Thahira)
Deutereulophus sancangensis (Kumbang Sancang)
Deutereulophus krakatauensis (Kumbang Krakatau)
Thlaspidula gandangdewata (Kumbang daun Gandangdewata)
Thlaspidula sarinoi (Kumbang daun Sarino)
Rhacophorus boeadii
Cyrtodactylus pecelmadiun (Cecak Jari Bengkok Pecel Madiun)
Limnonectes maanyanorum (Bangkong Manyaan)
Limnonectes nusantara (Bangkong Nusantara)
Bathynomus vaderi
Amphicnemis reri
Kalubustrongylus arsoensis (Cacing Nematoda Arso)
Barbodes klapanunggalensis (Klapanunggal Blind Cave Barb)
Oryzias polylepis
Dibamus oetamai (Kadal Jakob Oetama)
Kalophrynus misbahulmuniri (Katak lengket Misbahul Munir)
Stiphodon hadiatyae (Goby Hadiaty)
Rattus radityaniae (Tikus Radityani)
Cyrtodactylus maryantoi (Cicak Jari Lengkung Maryanto)
Cyrtodactylus mendol (Cicak Jari Lengkung Mendol)
Tmethypocoelis malukensis (Kepiting Maluku)
Aphaniotis kumbakarna (Bunglon Kumbakarna)
Deramas jasmine (Kupu-Kupu Jasmin)
Betta iaspis (Cupang Batu Jasper)
Betta mulyadi (Cupang Mulyadi)
Crunomys tompotika (Tikus Berduri Tompotika)
Desmopuntius mahakamensis (Wader Mahakam)
Johnius javaensis (Gulamah Jawa)
Hylarana anatambanii (Katak Anant Ambani)
Hylarana hellenae (Katak Hellen)
Diancta batubacan (Keong Batubacan)
Limnonectes meratusensis (Bangkong-tuli Meratus).
Adapun tiga spesies baru mikroba yang berhasil diungkap yaitu Morchella rinjaniensis (Morel Rinjani), Peterkaempfera podocarpi (Aktinobakteri Podocarpus), dan Haslea berepwari (Diatom). (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *