PALEMBANG, viralsumsel.com – Sriwijaya FC akan menghadapi ujian penting pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/26. Laga yang dijadwalkan mempertemukan Laskar Wong Kito dengan PSMS Medan ini dipastikan akan berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama memiliki target besar untuk bersaing di papan atas.
Pelatih Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli atau yang akrab disapa Coach Azul, mengaku telah menyiapkan strategi khusus menghadapi Ayam Kinantan.
Diam-diam, ia sudah mengamati kekuatan PSMS ketika tim asuhan pelatih berpengalaman itu bertanding melawan Sumsel United pada pekan sebelumnya. Dalam duel yang berakhir dengan skor 2-0 untuk PSMS, Azul melihat banyak hal yang harus diwaspadai timnya.
“Pastinya ya, butuh gol cepat untuk menaikkan kepercayaan diri,” ujar Azul ketika diwawancarai awak media di Palembang, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, mencetak gol lebih dulu menjadi kunci agar Sriwijaya bisa bermain lebih lepas dan percaya diri. Namun ia juga mengingatkan para pemainnya agar tidak terlena dengan keunggulan sementara.
“Ketika kita leading, jangan terburu-buru dan jangan membuat kesalahan elementer yang bisa mengubah keadaan,” tegas Azul, yang musim lalu menangani Persipal Palu di Pegadaian Championship 2024/25.
Belajar dari Duel PSMS vs Sumsel United
Azul mengaku sangat fokus menganalisis permainan PSMS Medan. Dari pengamatannya, PSMS adalah tim yang berbahaya bila diberi ruang dan keleluasaan menguasai bola. Hal itulah yang sempat dimanfaatkan mereka ketika menghadapi Sumsel United.
“Intinya, kemarin saya sudah lihat pertandingan PSMS vs Sumsel United. Ketika mereka diberi leluasa untuk bermain, mereka akan berkembang. Saya ingin anak-anak kita bagaimana caranya mereka tidak bisa bermain nyaman, dengan pressing ketat supaya mereka tidak berkembang,” jelasnya.
Analisis mendetail itu akan menjadi dasar strategi Sriwijaya FC saat menghadapi PSMS. Azul menekankan pentingnya organisasi permainan yang rapi, disiplin di lini belakang, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Ia juga meminta para pemain untuk terus menjaga fokus sepanjang laga agar tidak kecolongan.
Kunci di Pressing dan Mental
Lebih lanjut, Azul menilai pressing agresif harus menjadi senjata utama Sriwijaya. Dengan tidak membiarkan PSMS membangun serangan dari lini tengah, peluang lawan untuk mengembangkan permainan bisa dipersempit. “Pressing itu bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Pemain harus disiplin, sabar, dan tetap konsisten sampai menit akhir,” tambahnya.
Selain aspek taktik, pelatih berusia 44 tahun ini juga menekankan pentingnya kekuatan mental. Menurutnya, semangat dan motivasi pemain akan sangat menentukan hasil akhir, apalagi laga melawan PSMS selalu sarat gengsi. “Saya percaya dengan kemampuan anak-anak. Asal mereka fokus dan main sesuai instruksi, hasil positif bisa kita bawa pulang,” ungkapnya.
Laga Sarat Gengsi
Pertandingan Sriwijaya FC melawan PSMS Medan selalu menjadi salah satu partai klasik di kompetisi sepak bola Indonesia. Dua tim dengan sejarah panjang ini kerap menyuguhkan pertarungan sengit, baik di era Liga Indonesia maupun di kompetisi sekarang.
Bagi Sriwijaya FC, laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pembuktian diri bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat promosi ke Liga 1. Dukungan penuh suporter Laskar Wong Kito tentu diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim kebanggaan masyarakat Sumsel.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana racikan strategi Coach Azul saat menghadapi PSMS Medan. Apakah pressing ketat dan gol cepat yang ia targetkan bisa terwujud di lapangan? Jawabannya akan terlihat dalam laga penuh gengsi akhir pekan ini.
Laga menarik akan tersaji pada pekan keempat Pegadaian Championship 2025/26 saat PSMS Medan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (4 Oktober 2025) pukul 15.30 WIB. (bbs)






