
viralsumsel.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan resmi mengganti Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Utara. Posisi yang sebelumnya dipegang Wansepta Nirwanda kini dipercayakan kepada Untung Supardi.
Pergantian ini dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyusul tertangkapnya tiga pegawai pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Utara dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Meski Wansepta tidak terseret langsung dalam kasus tersebut, Purbaya menilai pimpinan tetap harus memikul tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi di bawah kewenangannya.
Saat ini, Wansepta untuk sementara dinonaktifkan dari jabatannya dan dirumahkan. Ia disebut akan dipindahkan ke posisi lain setelah dilakukan evaluasi lebih lanjut.
“Beliau diistirahatkan dulu, dirumahkan sementara. Nanti akan kita carikan jabatan yang sesuai. Walaupun tidak terlibat langsung, sebagai Kakanwil tetap bertanggung jawab atas apa yang terjadi di bawahnya,” ujar Purbaya.
Purbaya juga mengingatkan seluruh pejabat pajak agar tidak lengah mengawasi kinerja bawahannya. Ia menegaskan bahwa pimpinan tidak bisa berkilah jika anak buahnya bermasalah tanpa terdeteksi.
“Jangan sampai terlibat, tapi juga jangan sampai dibohongi. Bawahan bermain-main, atasan tidak tahu. Karena itu kami ambil langkah strategis sampai ke level Kakanwil,” tegasnya.
Di sisi lain, publik turut menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Wansepta. Berdasarkan laporan yang disampaikan pada 20 Februari 2025 untuk periode 2024, total kekayaan Wansepta tercatat sebesar Rp 5,917 miliar.
Dari jumlah tersebut, porsi terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan. Ia tercatat memiliki 10 bidang tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 4,734 miliar.
Untuk aset kendaraan, Wansepta memiliki empat unit yang terdiri dari dua mobil dan dua sepeda motor dengan total nilai Rp 737,5 juta.
Rinciannya sebagai berikut:
Koleksi Kendaraan Wansepta Nirwanda:
Toyota Fortuner VRZ 2017 – Rp 482 juta
BMW 2011-Rp 210 juta
Vespa Primavera 2018-Rp 37 juta
Honda BeAT 2016- Rp 8,5 juta
Selain itu, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp 509,85 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 135,2 juta. Di sisi kewajiban, Wansepta tercatat memiliki utang sebesar Rp 200 juta. (mel)







