Dua Tahun Gagal Panen, Petani Bayung Lincir Kini Banjir Hasil hingga 50 Ton Sehari

MUBA, viralsumsel.com – Setelah melewati dua tahun penuh tantangan, petani di Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), akhirnya bisa kembali tersenyum. Kegagalan panen yang terjadi pada 2024 dan 2025 perlahan terbayar pada 2026 melalui panen raya dengan hasil produksi yang cukup melimpah.

Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi kelompok tani di Bayung Lincir. Tidak hanya mampu kembali menghasilkan komoditas pertanian, masyarakat juga berhasil mengembangkan sektor peternakan dan perikanan dengan produktivitas yang cukup tinggi.

Sebagai bentuk rasa syukur, kelompok tani Bayung Lincir didampingi Camat Bayung Lincir H. Zukar, SKM., M.Si., membawa sejumlah hasil produksi untuk diserahkan kepada Bupati Muba H. M. Toha Tohet, SH. Penyerahan tersebut berlangsung di Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (24/8/2026).

Rombongan petani disambut Bupati Toha bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Ir. A. Thamrin, Kepala Dinas Perikanan Sunaryo, SSTP., MM., Plt Kepala Dinas Kominfo Muba Daud Amri, SH., serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan.

Hasil produksi yang dibawa bukan sekadar buah tangan. Semangka, telur ayam dan hasil perikanan menjadi gambaran keberhasilan masyarakat dalam bangkit setelah sebelumnya harus berhadapan dengan kegagalan panen selama dua tahun.

Perwakilan kelompok tani, Herry, mengatakan hasil panen tahun ini menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi para petani.

Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan masyarakat akhirnya membuahkan hasil.

“Setelah dua tahun menghadapi hasil yang kurang baik, tahun ini kondisinya berubah. Produksi kami meningkat dan hasilnya cukup menggembirakan. Karena itu, kami ingin berbagi rasa syukur dengan membawa hasil produksi ini ke hadapan Pak Bupati,” ujar Herry.

Baca Juga :  Emak-Emak di Muba Bisa Belanja Sayur Online, Kerjasama dengan Ojol Sekayu Lewat Aplikasi B'lanje

Produksi Semangka Capai 50 Ton Sehari

Produktivitas kelompok tani Bayung Lincir pada 2026 tergolong cukup tinggi. Untuk komoditas semangka saja, produksi yang dihasilkan mencapai sekitar 50 ton setiap hari.

Tidak hanya mengandalkan pertanian, masyarakat juga mengembangkan usaha peternakan ayam dan perikanan. Dari sektor peternakan, produksi telur tercatat mencapai sekitar 4.000 butir per hari.

Sementara di bidang perikanan, masyarakat mampu menghasilkan sekitar 50 ribu bibit ikan patin.

Potensi tersebut memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Bayung Lincir. Hasil produksi bahkan mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Muba, termasuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Semangka bukan satu-satunya produksi kami. Ada telur ayam dan ikan patin yang juga dikembangkan. Harapannya, hasil tersebut bisa semakin luas pemasarannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Herry.

Capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa pengembangan sektor pangan di tingkat masyarakat dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian. Ketika produktivitas meningkat, peluang pasar dan sumber pendapatan masyarakat ikut terbuka.

Bupati Muba Tertarik Kunjungi Lokasi Petani

Bupati Muba H. M. Toha Tohet menyambut positif keberhasilan kelompok tani Bayung Lincir. Ia bahkan mencicipi langsung semangka yang dibawa oleh para petani.

Menurut Toha, kualitas hasil panen tersebut menunjukkan bahwa potensi pertanian masyarakat Bayung Lincir layak untuk terus dikembangkan.

Baca Juga :  Siap 100 Persen, Pimda PKN Sumsel Optimistis Lolos Verifikasi

Ia juga menyampaikan keinginannya untuk melihat secara langsung lokasi pertanian, peternakan dan perikanan yang dikelola masyarakat.

“Saya melihat ini sebagai potensi yang sangat baik. Hasilnya sudah terlihat dan kualitas produknya juga bagus. Saya ingin datang langsung untuk melihat bagaimana pengelolaan kebun, peternakan dan perikanan yang dilakukan masyarakat,” ujar Toha.

Bagi Bupati, keberhasilan tersebut tidak lepas dari perjuangan panjang para petani. Kegagalan panen pada dua tahun sebelumnya justru menjadi pengalaman yang mendorong masyarakat untuk melakukan pembenahan dan terus mencoba.

Toha menilai semangat tersebut harus dipertahankan. Pemerintah Kabupaten Muba, kata dia, akan terus mendorong berbagai potensi ekonomi masyarakat agar dapat berkembang dan memberikan nilai tambah.

“Yang paling penting adalah semangat untuk terus berusaha. Setelah melalui masa sulit, masyarakat mampu membuktikan bahwa mereka bisa bangkit dan menghasilkan produksi yang luar biasa. Potensi seperti ini harus kita jaga dan kembangkan,” tegasnya.

Panen raya Bayung Lincir 2026 pun menjadi catatan positif bagi sektor pangan di Musi Banyuasin. Dari semangka hingga telur ayam dan ikan patin, hasil produksi masyarakat menunjukkan adanya potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi lokal.

Dengan dukungan pemerintah, penguatan pemasaran serta konsistensi para petani, keberhasilan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung satu musim. Panen raya kali ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat Bayung Lincir pada masa mendatang. (dev/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *