Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SD Negeri 8 Desa Guci Ujan Mas. Foto : viralsumsel.com/rosyid
Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SD Negeri 8 Desa Guci Ujan Mas. Foto : viralsumsel.com/rosyid

Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SD Negeri 8 Desa Guci Ujan Mas

ViralSumsel.com, Muara Enim – Mahasiswa KKN Universitas Serasan di desa Guci, adakan Sosialisasi Pengelohan Keuangan dan Pentingnya Menabung sejak dini pada siswa-siswi SDN 08 Desa Guci Kecamatan Ujanmas.

Puspita Elinda Mahasiswa Ekonomi manajemen yang sedang menjalankan KKN di desa Guci ini sebelum melaksanakan kegiatan berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan bapak ZAINUL MARZADI,SH.M.H, mendapatkan persetujuan atas program kerja selama KKN di desa GUci.

Pengenalan mengenai konsep keuangan terhadap anak harusnya dilakukan sejak dini. Pembelajaran mengenai konsep menabung dan perilaku belanja sejak dini dapat membentuk pola perilaku anak di masa depannya. Menabung merupakan suatu perilaku yang sangat penting bagi setiap individu dalam suatu masyarakat, karena menabung merupakan salah satu cara untuk menyiapkan kehidupan yang lebih baik. Islam mengajarkan masyarakat untuk menabung sebagai salah satu cara untuk berjaga-jaga saat miskin, berjaga- jaga saat membutuhkan dan sebagai salah satu bentuk persiapan untuk masa depan.

Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SD Negeri 8 Desa Guci Ujan Mas. Foto : viralsumsel.com/rosyid
Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SD Negeri 8 Desa Guci Ujan Mas. Foto : viralsumsel.com/rosyid

Survei Nasional Literasi dan Inkluisi Keuangan (SNLIK) yang dikeluarkan oleh OJK pada tahun 2016 menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 29,66 (Siaran Pers OJK, 2017). Indeks literasi keuangan Indonesia mempunyai nilai indeks yang masih rendah dibandingkan dengan Singapura, Thailand dan Malaysia (Primadhyta, 2017). Tingkat Literasi keuangan yang tinggi ditunjukkan oleh negara tetangga seperti negara Malaysia yang mencapai 81%, Thailand 78% dan Singapura bahkan sudah mencapai 96% (Praditya, 2016). Menurut Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, masih rendahnya pemahaman menabung dan investasi di kalangan masyarakat, terutama mereka yang mempunyai kebiasaan konsumtif menjadi hambatan dan kendala dalam meningkatkan kegiatan menabung dan investasi (Rostanti, 2016).

Sekarang dengan terbukanya akses informasi melalui media online membuat semua kalangan baik dewasa maupun anak-anak bisa mengenal berbagai hal melalui internet. Hampir semua informasi baik berhubungan dengan Pendidikan, Hiburan (game) maupun spam tersedia. Informasi yang sebelumnya anak-anak tidak bisa langsung mengakses karena keterbatasan waktu dan jarak diantaranya passion dan food, sudah bisa mereka jangkau. Hal tersebut akibatnya membuat kebutuhan anak-anak bertambah yang sebelumya mungkin hanya berupa kebutuhan akan jajan, beli mainan sekarang mempunyai kebutuhan lain yang terkadang juga orang tua terpaksa harus memenuhi oleh yaitu top up kouta game.

Baca Juga :   Banyuasin Tertinggi Setelah Palembang, Begini Sebaran Konfirmasi Positif Covid-19 di Sumsel

Oleh karnanya peneliti merasa penting untuk memberikan edukasi bagaimana mengelola keuangan dan menabung sehak dini dengan Khalayak sasaran pengabdian masyarkat anak kelas 5 dan 6 pada Sekolah Dasar Negeri 8 Desa Guci Kecamatam Ujan Mas. Adapun metode yang diberikan menggunakan metode ceramah/penyuluhan, kemudian terdapat juga sesi tanya jawab dan diskusi mengenai topik cara pengelolaan keuangan sederhana dan memupuk semangat gemar menabung pada anak-anak sejak dini. Bagian pertama dalam kegiatan anak-anak diberikan test awal untuk melihat pengetahuan awal tentang teknik mengelola uang. Selanjutnya, metode dilaksanakan dengan pengenalan mengenai materi, lalu terdapat diskusi serta ada pertanyaan pertanyaan yang dapat digunakan juga sebagai bahan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan juga akan diadakan game dan kuis yang apabila berhasil menjawab, akan mendapatkan hadiah sebagai tambahan motivasi untuk anak-anak.

Sesi terakhir dalam pengabdian ini diberikan test kembali untuk melihat perkembangan Praktik mengelola keuangan yang sejatinya dapat dilatih sejak dini pada anak baik oleh orang tua maupun guru di sekolah. Salah satu praktik mengelola uang pada anak usia dini adalah dengan menabung (Soviah 2019).Kegiatan menabung adalah kegiatan yang dilakukan atas kesadaran diri pribadi untuk menyisihkan sebagian uangnya baik disimpan melalu Bank, celengan, atau dimanapun yang dikelola sendiri (Nuh 2021). Menabung menurut KBBI adalah menyimpan uang ( di celengan, pos, bank dan sebagainya).

Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SD Negeri 8 Desa Guci Ujan Mas. Foto : viralsumsel.com/rosyid
Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SD Negeri 8 Desa Guci Ujan Mas. Foto : viralsumsel.com/rosyid

Perilaku gemar menabung adalah perilaku yang mempunyai dampak yang positif, karena individu yang menabung terbiasa mengelola keuangan serta memetakan kebutuhannya dengan baik. Dalam skala nasional, kegemaran menabung juga akan mendorong perekonomian Nasional. Tujuan dari menabung yang dilakukan pada anak dapat melatih pola hidup hemat dan membangun karakteristik untuk tidak menghamburkan uang.
Kegiatan diawali dengan penjelasan materi pengenalan uang secara sederhana, uang merupakan alat transaksi yang sah, cara mengatur uang dengan bijak serta bagaimana menyimpan uang dengan cara yang tepat. Dengan kebiasaan mengatur keuangan mereka, anak-anak diharapkan dapat mengelola berapa uang yang digunakan untuk belanja, dan berapa banyak uang yang bisa disisihkan.

Baca Juga :   Kabar Baik Muba Nihil Penambahan Covid-19,  Sisa 5 Pasien dalam Perawatan

Perlu diberikan kesadaran tentang perlunya melakukan persiapan dan membuat prioritas utama terkait dengan kegunaan uang. Manfaat menabung untuk anak juga membentuk pola pikir kebiasaan agar tidak membeli barang yang sia-sia dan mendorong mereka untuk lebih hidup prihatin. Diharapkan terbentuk suatu pola pikir dan hasrat hanya akan membeli barang sesuai prioritas, kebutuhan dan keperluan. Bukan hanya sekedar membeli barang yang hanya memenuhi kepuasan dan keinginan sesaat. Evaluasi kegiatan yang dilakukan selama proses kegiatan berlangsung, yaitu pada saat peserta berhasil mejawab pertanyaan-pertanyaan dan menyelasaikan beberapa permainan terkait materi yang sudah disampaikan.

* Pertanyaan Berhitung :
1. Adik disuruh Ibu membeli telur seharga Rp5.000,- dan gula seharga Rp2.000,- Berapa total belanja yang harus dibayar ?
2. Jika Dodi menabung setiap hari sebesar Rp1000,-, dalam waktu 10 hari berapa uang yang Dodi punya?
3. Jika Adik ingin membeli mainan seharga Rp10.000,- Berapa lama Adik harus menabung jika dalam sehari menabung Rp2.000,- ?
4. Putri membeli buku seharga Rp7.000,- dan sepatu Rp20.000,- Berapa uang yang harus dibayar oleh Putri ?
• Adu cepat mengisi celengan.

Peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok disediakan uang Rp10.000,- dalam bentuk uang pecahan Rp 2.000

Dari hasil kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Program edukasi pengelolaan keuangan dapat mengubah perilaku anak dalam mengelola keuangan khususnya menyimpan dan menggunakan uang dengan lebih bijaksana.

Belajar tentang mengelola keuangan mempunyai manfaat yang lebih luas bukan hanya sekedar teknik menyimpan dan menggunakan uang, tetapi dari program ini anak-anak belajar juga untuk hidup teratur, disiplin dan bijaksana. Setelah pelaksanaan edukasi siswakelas 5 dan 6 sekolah dasar di SDN 8 Desa Guci Kecamatan Ujan Mas telah mengetahui dan memahami tentang mewujudkan cita-cita (keinginan), pengenalan uang, dangan konsep menabung. Selain itu, siswa yang telah terlebih dahulu gemar menabung sejak dini lebih semangat dan menyadari pentingnya menabung sejak dini untuk kebaikan di masa depan. (rosyid)

Penulis Artikel : Puspita Elinda (Mahasiswa KKN Universitas Serasan Angk. II Kelompok 5 Prodi Manajemen tahun 2024)

Iklan OKI

About Redaksi Viral Sumsel

Check Also

Pj Sekda OKI Tekankan Integritas, Loyalitas, dan Kerja Keras Kepada Jajaran ASN. Foto : viralsumsel.com/zep

Pj Sekda OKI Tekankan Integritas, Loyalitas, dan Kerja Keras Kepada Jajaran ASN

viralsumsel.com, OKI –  Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), M Refly …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *