OKU TIMUR, viralsumsel.com — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Pengajian Akbar dan Haul Para Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Lebak Rejo, Desa Pelita Jaya, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah di Sumatera Selatan dan sekitarnya.
Pengajian akbar ini dirangkaikan dengan sejumlah agenda religius, di antaranya peringatan Sulthon Auliya Syech Abdul Qodir Al-Jilani RA, Haul Al Maghfurullah Syaikh Ahmad Jauhari Umar, Haul Syekh Kiai Ageng Mohammad Bastari, Haul Nyai Hj. Nurul Hudawi ke-6, serta Hari Lahir (Harlah) Manaqib Jawahirul Ma’ani. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi umat.
Sejak pagi hari, area Pondok Pesantren Lebak Rejo telah dipadati jamaah. Para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri dan alumni pesantren, serta unsur pemerintah daerah tampak hadir dan larut dalam suasana penuh kekhusyukan.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat kembali menginjakkan kaki di pesantren yang memiliki nilai historis dalam perjalanan hidupnya.
“Kurang lebih 20 tahun yang lalu saya pernah mengikuti manaqiban di tempat ini. Hari ini saya kembali dan menyaksikan langsung perkembangan pesantren yang sangat pesat. Kuncinya satu, kepercayaan itu dijaga,” ujar Herman Deru di hadapan ribuan jamaah.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan semata-mata memenuhi undangan, melainkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjadi saksi perjalanan panjang Pondok Pesantren Darussalam Lebak Rejo yang dirintis oleh almarhum Kiai Umani.
Menurut Herman Deru, perkembangan pesantren tersebut berjalan seiring dengan tumbuhnya Kabupaten OKU Timur. Dari awal berdiri dengan sarana sederhana, kini pesantren telah menjelma menjadi salah satu pusat pendidikan dan dakwah yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.
Gubernur Sumsel itu juga memberikan apresiasi atas kemajuan pendidikan formal yang dikembangkan di lingkungan pesantren, mulai dari jenjang SMP hingga SMA.
“Mudah-mudahan ke depan dapat berdiri perguruan tinggi. Ini akan menjadi kontribusi besar dalam menyiapkan sumber daya manusia Sumatera Selatan yang unggul dan berakhlak,” katanya.
Lebih lanjut, Herman Deru menekankan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wahana pembentukan kepribadian.
“Pesantren membentuk kejujuran, kedisiplinan, adab, serta cinta tanah air. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan dalam membangun daerah dan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan kerinduannya terhadap tradisi manaqib yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual pesantren dan jamaahnya.
Rangkaian kegiatan pengajian akbar diisi dengan pembacaan manaqib, tausiyah para ulama, dzikir, serta doa bersama. Acara ditutup dengan doa untuk para ulama yang telah wafat, sekaligus harapan agar Pondok Pesantren Lebak Rejo terus istiqomah dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat serta bangsa. (win)
Lewati ke konten






