viralsumsel.com, Palembang – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Ogan Ilir menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan secara terarah dan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., saat menghadiri Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026, Kamis (5/2/2026), di Griya Agung, Palembang.
Rapat koordinasi dipimpin langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang. Turut hadir Ketua BPS Sumsel Muhammad Wahyu Yulianto, para bupati dan wali kota se-Sumsel, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Ekonomi Nasional Tumbuh, Tantangan Kemiskinan Tetap Jadi Fokus
Kegiatan diawali dengan rilis resmi data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang disampaikan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam paparannya, Amalia menyebutkan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen (year on year), sedikit di bawah target APBN 5,2 persen.
Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi bahkan mencapai 5,39 persen—menjadi capaian kuartalan tertinggi sejak pandemi Covid-19. Secara kumulatif, pertumbuhan nasional dinilai relatif stabil meskipun dipengaruhi dinamika global, inflasi, serta konsumsi domestik.
Herman Deru: Data Bukan Sekadar Angka
Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa data ekonomi dan sosial yang dirilis BPS merupakan refleksi nyata dari kerja kolektif pemerintah daerah. Menurutnya, capaian pembangunan di tingkat kabupaten/kota sangat menentukan kinerja provinsi, bahkan berkontribusi terhadap pencapaian nasional.
Ia menyebut penurunan angka kemiskinan dan pengangguran berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat serta berbagai kebijakan pengendalian biaya hidup.
“Data ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya kesinambungan program yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor produktif, serta peningkatan kualitas SDM.
Ardani: Validasi Data dan Sinergi Jadi Prioritas
Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, menyatakan Pemkab Ogan Ilir siap menyelaraskan kebijakan daerah dengan program provinsi dan pusat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, salah satu kunci utama keberhasilan adalah penguatan basis data dan ketepatan sasaran intervensi. Pembaruan serta validasi data harus menjadi prioritas agar program tidak meleset dari kelompok yang benar-benar membutuhkan.
“Melalui rakor ini, kami berharap terbangun kesamaan langkah antar daerah. Pemkab Ogan Ilir siap mengimplementasikan program pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ardani menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan terpadu lintas sektor—mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pemberdayaan ekonomi—agar hasilnya lebih cepat, terukur, dan berdampak nyata.
Melalui rakor ini, Pemkab Ogan Ilir optimistis strategi yang dirumuskan dapat diterjemahkan dalam program konkret di lapangan, sehingga penurunan angka kemiskinan di Sumatera Selatan, termasuk di Ogan Ilir, dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (jun)










