Hadapi El Niño, Indonesia dan Korea Perkuat Sistem Pengendalian Karhutla di OKI

KAYUAGUNG, viralsumsel.com – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Republik Korea terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kolaborasi internasional tersebut diwujudkan melalui pengembangan sistem pengelolaan karhutla berbasis teknologi yang terpusat di Forest and Land Fire Management Center, Markas Daops Manggala Agni OKI, Sepucuk, Kayuagung.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman fenomena El Niño yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang serta meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut yang rentan terbakar.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa perubahan iklim global menuntut pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menerapkan strategi pengendalian karhutla yang lebih modern, adaptif, dan terintegrasi.

Menurutnya, pendekatan konvensional saja tidak lagi cukup untuk menghadapi kompleksitas ancaman kebakaran saat ini. Dibutuhkan dukungan teknologi mutakhir, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Pengendalian karhutla tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Kerja sama Indonesia dan Korea ini menjadi langkah penting dalam pertukaran pengalaman, pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi guna memperkuat sistem pencegahan dan penanganan karhutla yang lebih efektif,” ujar Muchendi saat meninjau Daops Manggala Agni OKI, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga :  DPRD Sumsel Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat OKI-OI

Meski demikian, Muchendi mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Faktor utama keberhasilan tetap terletak pada kesiapan petugas di lapangan dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga lingkungan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan pemegang konsesi, hingga masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran.

“Secanggih apa pun sistem yang dimiliki, hasilnya tidak akan maksimal tanpa kesiapsiagaan personel dan dukungan semua pihak. Perusahaan harus aktif melakukan pencegahan, sementara masyarakat perlu semakin sadar untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Daops Manggala Agni OKI, Edi Satriawan, menjelaskan bahwa pengembangan Forest and Land Fire Management Center mencakup pembangunan pusat komando, fasilitas pelatihan, peningkatan kapasitas personel, penyediaan sarana pendukung, hingga pengembangan sistem teknologi informasi yang terintegrasi.

Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau tingkat kelembaban lahan gambut secara real time. Apabila tingkat kelembaban turun di bawah ambang batas 40 persen, sistem akan memberikan informasi dini sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan sebelum muncul kebakaran.

Selain itu, teknologi tersebut juga mampu mendeteksi titik panas (hotspot), memantau mobilitas petugas di lapangan, hingga menyediakan data yang dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.

Baca Juga :  Anak Muda OKI Dididik Melek Digital: Pemerintah Dorong Produksi Konten Kreatif dan Edukatif

“Data yang diperoleh dari sistem ini menjadi dasar penting dalam menentukan langkah mitigasi maupun respons cepat ketika muncul potensi kebakaran,” jelas Edi.

Tak hanya fokus pada pengembangan teknologi, proyek kerja sama Indonesia-Korea juga mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendukung. Salah satunya adalah pembangunan Asrama Manggala Agni yang saat ini masih berlangsung sebagai bagian dari program Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatra.

Keberadaan Forest and Land Fire Management Center juga telah dimanfaatkan sebagai pusat peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pada April 2026 lalu, fasilitas tersebut menjadi lokasi pelaksanaan pelatihan internasional penanggulangan karhutla gambut yang diselenggarakan Asian Forest Cooperation Organization (AFoCo) dan diikuti peserta dari enam negara.

Dengan penguatan teknologi, peningkatan kapasitas personel, serta dukungan kerja sama internasional, Kabupaten OKI diharapkan semakin siap menghadapi musim kemarau dan meminimalkan risiko karhutla yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah Sumatera Selatan. (zep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *