PAMEKASAN, VIRALSUMSEL.COM – Madura United FC membuat kebijakan baru menjelang pertandingan kandang kompetisi musim 2026/27.
Manajemen Laskar Sape Kerrab memutuskan menurunkan harga tiket kategori ekonomi agar pertandingan di stadion dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat.
Harga tiket ekonomi yang sebelumnya berada di angka Rp50 ribu, kini resmi dipangkas menjadi Rp30 ribu. Sementara itu, harga tiket untuk kategori lainnya tidak mengalami perubahan. Tiket VIP tetap dibanderol Rp100 ribu, sedangkan kategori VVIP sebesar Rp150 ribu.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah Madura United untuk memperluas kesempatan masyarakat Madura menyaksikan pertandingan secara langsung. Manajemen berharap harga tiket yang lebih terjangkau dapat mendorong semakin banyak suporter datang ke stadion dan memberikan dukungan langsung kepada tim.
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, mengatakan keputusan menurunkan harga tiket dilakukan dengan harapan akses masyarakat terhadap pertandingan Laskar Sape Kerrab semakin terbuka.
“Kami putuskan untuk menurunkan harga tiket. Harapan kami, ini bisa membuat jangkauan suporter dan masyarakat Madura bisa lebih luas lagi,” kata Achsanul Qosasi, Rabu (2/9/2026).
Madura United Ingin Rangkul Semua Kalangan
Menurut Achsanul, sepak bola memiliki daya tarik yang dapat menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, Madura United ingin pertandingan kandang tidak hanya dinikmati oleh kelompok atau kalangan tertentu.
Penurunan harga tiket ekonomi menjadi salah satu bentuk upaya manajemen untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan harga yang lebih ringan, masyarakat yang sebelumnya mempertimbangkan biaya menonton langsung di stadion diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk hadir.
“Sepak bola dan Madura United merupakan sajian untuk semua kalangan, kami ingin merangkul semuanya,” imbuhnya.
Bagi sebuah klub, dukungan penonton dari tribun memiliki arti penting, terutama ketika tim menjalani pertandingan kandang. Atmosfer stadion yang dipenuhi suporter dapat memberikan motivasi tambahan bagi pemain untuk tampil maksimal.
Karena itu, Madura United berharap kebijakan baru tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat Madura.
Targetkan Dukungan Suporter di 17 Laga Kandang
Pada kompetisi musim 2026/27, Madura United dijadwalkan menjalani 17 pertandingan kandang. Jumlah tersebut menjadi kesempatan bagi para suporter untuk memberikan dukungan langsung sepanjang perjalanan Laskar Sape Kerrab di kompetisi.
Manajemen berharap kehadiran penonton tidak hanya ramai pada pertandingan tertentu, tetapi dapat terjaga dari laga kandang pertama hingga pertandingan terakhir.
Achsanul menilai suporter merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah tim. Kehadiran mereka di stadion dapat menjadi energi tambahan bagi para pemain yang bertanding di lapangan.
“Semoga pada laga kandang pertama hingga ke-17, Hugo Gomes cs dapat dukungan berarti dari pemain ke-12,” harapnya.
Dukungan tersebut tentunya diharapkan dapat memberikan atmosfer positif bagi skuad Madura United yang berada di bawah arahan pelatih Jose Gomes.
Dengan harga tiket ekonomi yang kini lebih terjangkau, manajemen ingin menjadikan stadion sebagai ruang bersama bagi masyarakat Madura. Stadion bukan hanya tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, membangun kebersamaan dan memberikan dukungan kepada klub kebanggaan daerah.
Laga Perdana di Pamekasan
Kebijakan harga tiket baru tersebut akan langsung bersinggungan dengan agenda pertandingan kandang Madura United pada awal kompetisi.
Laga kandang pertama Luis Marselo Morais dos Reis atau Lulinha dan kawan-kawan akan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (6/9/2026) malam.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan pertama bagi masyarakat untuk merasakan langsung atmosfer laga kandang Madura United pada musim 2026/27.
Dengan harga tiket ekonomi yang turun dari Rp50 ribu menjadi Rp30 ribu, manajemen berharap tribun stadion dapat semakin ramai. Kehadiran suporter secara langsung diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi pemain dalam menghadapi persaingan kompetisi.
Bagi Madura United, dukungan dari tribun bukan sekadar jumlah penonton. Sorakan dan semangat para suporter diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan tim untuk meraih hasil terbaik sepanjang musim.
Kini, publik Madura tinggal menantikan bagaimana respons suporter pada laga kandang perdana. Kebijakan tiket yang lebih terjangkau membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk datang langsung, menyaksikan pertandingan, sekaligus menunjukkan dukungan kepada Laskar Sape Kerrab. (bbs/ion)












