Hasil Survei, Popularitas dan Elektabilitas Fitri Diatas 50 Persen

VIRALSUMSEL.COM, PALEMBANG – Meski Pemilukada Kota Palembang secara serentak yang akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang masih lama, namun sejumlah lembaga mengeluarkan hasil survei terhadap kandidat calon walikota calon wakil walikota yang bakal maju, serta tingkat elektabilitas dan popularitas kandiat Dimata publik yang dilakukan oleh lembaga survei Institute for Social Studies (ISS)

Ketua ISS Ahmad Muhaimin MSi mengatakan, berdasarkan hasil survei bahwa masyarakat Kota Palembang seputar Pilkada Kota Palembang baru 57,03%. Hal ini tentu masih dianggap wajar karena pelaksanaannya masih cukup lama.

Menyoroti elektabilitas Parpol di Kota Palembang, PDI-P menempati posisi tertinggi sebagai Parpol yang layak dipilih pada 2024 mendatang yakni mendapatkan dukungan sebanyak 21,09%. Di posisi kedua yakni Demokrat dengan memperoleh dukungan 13,54%. Selanjutnya PAN 8,59%, Gerindra 8,07%, Golkar 7,81%, PKS 4,95%, Nasdem 4,43%, PPP 2,08%.

“Selebihnya dibawah 1%. Sementara yang belum memberikan jawaban 26,30%.

Dari beberapa tokoh yang digadang-gadang akan mencalonkan diri sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palembang baru ada dua nama yang memiliki Popularitas di atas 50%,”kata Muhaimin saat melakukan rilis survei di tower Fisip UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (10/12/2021).

Baca Juga :  Dramatis, Sriwijaya FC Raih Kemenangan Kedua

Menurut dia, popularitas Fitrianti Agustinda menyentuh angka 64,06% dan disukai 50%, Sarimuda dikenal oleh 62,76% dan disukai 38,28%. Disusul nama Ratu Dewa dengan popularitas 38,80% dan disukai 21,35%. Kemudian Mularis Djahri dikenal oleh 26,82% dan disukai 12,76%. Nasrun Umar dikenal oleh 26,82% dan disukai oleh 15,36%.

“Pada pertanyaan terbuka dan spontan terkait dengan pilihan responden terhadap calon Walikota yang pernah mereka dengar, sebanyak 28,39% responden menyebutkan akan memilih Fitrianti Agustinda, 19,01% akan memilih Sarimuda, 12,24% akan memilih Ratu Dewa dan 10,42% akan memilih Nasrun Umar (HNU),”kata dia.

Selebihnya ada nama Ahmad Zulinto, Abdul Rozak, Mularis, Hendri Zainudin, Akbar Alvaro dan Charma Afrianto masing-masing belum menyentuh angka 5%. Selanjutnya 19,27% tidak memberikan jawaban.
Pada simulasi elektabilitas Tertutup, sebanyak 35,16% responden menyebutkan akan memilih Fitrianti Agustinda, 19,53% akan memilih Sarimuda, 14,48% akan memilih Ratu Dewa, 14,58% akan memilih Nasrun Umar (HNU), 5,47% akan memilih Ahmad Zulinto, 2, 86% akan memilih Mularis Djahri dan 1,56% akan memilih Akbar Alvaro. Selebihnya 5,99% belum menentukan pilihan.

Baca Juga :  Fakultas Ekonomi UTP Gelar Seminar Nasional Perbankan Syariah

Dari responden yang menentukan pilihan mayoritas telah memiliki konsistensi yang
cukup kuat hingga 2024 mendatang. Dari semua pemilih Fitrianti Agustinda yang berpotensi berubah hanya 32,84% dan 67,16% sudah mantap dengan pilihannya. Pemilih Sarimuda 40% akan berubah dan 60% tidak akan berubah. Pemilih Ratu Dewa 34,15% akan berubah dan 65,85% tidak akan berubah.

“Dan yang menarik 62,07% pemilih Nasrun Umar berpotensi berubah dan 37,93% tidak akan berubah,”ujarnya.

Terakhir, faktor Visi Misi dan Program yang ditawarkan kandidat tetap menjadi alasan paling dominan yang memengaruhi pilihan yakni 73,00%. Selanjutnya adalah faktor pemberian imbalan 13,25%. Ajakan atau himbauan tokoh masyarakat setempat 6,50%.

Mengingat Pilkada Kota Palembang masih sangat panjang sehingga siapa saja memiliki peluang untuk memenangkan hati konstituen.
Optimalisasi kerja-kerja politik berbasis komunikasi politik dan marketing politik yang baik akan menghasilkan citra dan brand yang kuat di benak publik.
“Jika kandidat telah memiliki brand yang kuat di benak publik, maka loyalitas publik akan semakin kuat,” katanya. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *