VIRALSUMSEL.COM – Penjaga gawang veteran Timnas Ekuador, Hernán Galíndez, menegaskan bahwa negaranya kini bukan lagi sekadar peserta pelengkap di ajang Piala Dunia. Dengan pengalaman yang semakin matang dan skuad yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, Ekuador siap tampil lebih kompetitif pada Piala Dunia 2026.
Galíndez yang kini berusia 39 tahun diproyeksikan menjalani Piala Dunia keduanya bersama La Tri. Kiper berpengalaman yang saat ini membela klub Argentina, Huracán, menilai generasi Ekuador saat ini memiliki modal yang jauh lebih kuat dibanding saat tampil di Piala Dunia Qatar 2022.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh para pemain dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor penting yang membuat Ekuador semakin percaya diri menghadapi turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
“Kami bukan lagi tim yang datang ke Piala Dunia tanpa pengalaman. Banyak pemain sudah merasakan atmosfer turnamen ini sebelumnya dan memahami apa yang harus dilakukan untuk bersaing di level tertinggi,” ungkap Galíndez dalam wawancara bersama FIFA.
Ekuador Tampil Impresif di Kualifikasi
Perjalanan Ekuador menuju Piala Dunia 2026 terbilang sangat mengesankan. Tim asuhan Sebastián Beccacece berhasil menutup babak kualifikasi zona Amerika Selatan di posisi runner-up klasemen.
Yang lebih menarik, Ekuador hanya kebobolan lima gol dari 18 pertandingan yang dijalani sepanjang fase kualifikasi. Catatan tersebut menjadi salah satu yang terbaik di kawasan CONMEBOL.
Galíndez mengungkapkan bahwa keberhasilan menjaga pertahanan tetap solid bukan hanya berkat kualitas lini belakang, tetapi juga kerja keras seluruh pemain di lapangan.
Menurutnya, para penyerang menjadi garis pertahanan pertama yang membantu tim menekan lawan sejak dari area permainan mereka sendiri.
“Kami bekerja sebagai satu kesatuan. Semua pemain memiliki tanggung jawab bertahan. Itu yang membuat lawan sulit menciptakan peluang,” jelasnya.
Selain disiplin kolektif, Ekuador juga memiliki sejumlah pemain bertahan berkualitas seperti Piero Hincapié, Willian Pacho, Pervis Estupiñán, Joel Ordóñez, Angelo Preciado, hingga Félix Torres.
Kekompakan Jadi Kunci Utama
Galíndez menilai salah satu kekuatan terbesar skuad Ekuador saat ini adalah kebersamaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Banyak pemain sudah mengenal satu sama lain sejak level kelompok usia sehingga hubungan mereka tidak hanya sebatas rekan setim, tetapi juga sahabat di luar lapangan.
Kedekatan tersebut membuat komunikasi di dalam tim berjalan lebih baik dan membantu menciptakan suasana positif selama menjalani kompetisi.
Menariknya, Galíndez mengungkapkan ada satu aturan sederhana yang diterapkan dalam skuad Ekuador, yakni tidak ada pemain yang diperbolehkan menunjukkan sikap kecewa berlebihan ketika tidak mendapatkan kesempatan bermain.
Semua pemain diminta mengutamakan kepentingan tim dibanding kepentingan individu.
Pernah Kebobolan Gol dari Lionel Messi Saat Kecil
Dalam wawancara tersebut, Galíndez juga membagikan kisah unik masa kecilnya yang berkaitan dengan megabintang Argentina, Lionel Messi.
Ia mengaku gol pertama yang bersarang ke gawangnya saat menjadi penjaga gawang justru dicetak oleh Messi.
Kala itu keduanya masih bermain di kompetisi usia dini di kota Rosario, Argentina.
Galíndez mengenang bagaimana Messi kecil berhasil melewati sejumlah pemain sebelum mencetak gol dengan sangat mudah.
“Dia menggiring bola melewati beberapa pemain dan mencetak gol tanpa ekspresi berlebihan. Saat itu saya belum menyadari bahwa pemain kecil itu akan menjadi salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah,” kenangnya.
Tantangan Berat di Grup E
Pada Piala Dunia 2026, Ekuador tergabung di Grup E bersama Pantai Gading, Curaçao, dan Jerman.
Galíndez menegaskan tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia. Menurutnya, setiap tim memiliki kualitas yang mampu menghadirkan kejutan.
Pantai Gading dinilai memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dengan banyak pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa. Sementara Curaçao datang membawa semangat besar karena tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia.
Adapun Jerman tetap menjadi salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia yang tidak boleh diremehkan.
Meski demikian, Galíndez optimistis Ekuador mampu bersaing dengan siapa pun.
“Kami menghormati semua lawan, tetapi kami juga percaya pada kemampuan sendiri. Tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan dan tidak ada lawan yang boleh dianggap mudah,” tegasnya.
Dengan kombinasi pemain muda berbakat, pengalaman internasional yang semakin matang, serta pertahanan yang solid, Ekuador bertekad melanjutkan perkembangan positif mereka dan membuktikan bahwa La Tri kini telah menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di panggung sepak bola dunia. (bbs)













