JAKARTA, viralsumsel.com – Timnas Indonesia menunjukkan performa impresif saat menaklukkan Saint Kitts and Nevis dengan skor meyakinkan 4-0 pada babak semifinal FIFA Series 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026) malam WIB ini menjadi panggung dominasi penuh skuad Garuda.
Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung mengendalikan jalannya pertandingan.
Tekanan tinggi yang dibangun sejak lini depan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Hasilnya, keunggulan berhasil dibuka pada menit ke-15 lewat aksi tajam Bekam Putra Bekham. yang memanfaatkan umpan matang dari Ole Romeny O.
Kolaborasi keduanya kembali menjadi ancaman serius. Sepuluh menit berselang, Bekham Putra kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui skema serangan yang hampir identik, membawa Indonesia unggul 2-0 hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tidak menurun. Indonesia tetap tampil agresif dan berhasil menambah keunggulan pada menit ke-53 melalui gol yang dicetak oleh Romeny.
Serangan yang terorganisir dengan baik membuat lini belakang Saint Kitts and Nevis kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain Garuda.
Pergantian pemain yang dilakukan pelatih John Herdman juga memberikan dampak signifikan.
Energi baru di lapangan membuat tempo permainan tetap terjaga. Gol penutup akhirnya tercipta pada menit ke-75 melalui Zijlstra M., yang sukses memaksimalkan umpan dari Pelupessy J..
Secara statistik, Indonesia tampil jauh lebih unggul. Penguasaan bola mencapai 61 persen berbanding 39 persen milik lawan. Dari total 16 percobaan tembakan, 10 di antaranya tepat sasaran.
Sebaliknya, Saint Kitts and Nevis hanya mampu mencatatkan satu tembakan tanpa ada yang mengarah ke gawang.
Solidnya lini pertahanan yang dikomandoi pemain seperti Elkan Baggott dan Jay Idzes membuat gawang Indonesia tetap aman tanpa kebobolan.
Kemenangan ini memastikan Indonesia melangkah ke partai final FIFA Series 2026. Performa dominan tersebut menjadi sinyal positif bagi perjalanan tim di bawah arahan John Herdman, yang mulai menunjukkan identitas permainan yang lebih agresif, terorganisir, dan efektif. (bbs)













