BANDA ACEH, viralsumsel.com – Pelatih Persiraja Banda Aceh, Jaya Hartono, menilai kemenangan timnya atas Sriwijaya FC tidak diraih dengan mudah.
Ia secara khusus menyoroti strategi bertahan total yang diterapkan lawan dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion H. Dimurthala, Sabtu (28/3/2026).
“Pertama, kami bersyukur atas tiga poin malam ini. Ini memang tujuan kami. Tapi mereka bermain sangat bertahan, hampir setengah pertandingan parkir bus dengan delapan pemain di belakang. Itu membuat kami kesulitan membongkar pertahanan,” ujar Jaya.
Laga Sulit, Persiraja Dipaksa Kerja Keras
Dalam pertandingan tersebut, Persiraja harus berjuang keras sebelum akhirnya mengamankan kemenangan tipis 2-1. Tim berjuluk Laskar Rencong tampil tidak dalam kekuatan terbaik setelah kehilangan sejumlah pemain kunci.
Absennya mesin gol Connor Flynn Gillespie akibat cedera membuat lini depan kehilangan daya gedor. Sutan Zico yang dipercaya mengisi posisi tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan.
Selain itu, beberapa pemain penting seperti Frank Sokoy, Faris Adit, dan Yasvani juga harus absen karena cedera dan akumulasi kartu, sehingga permainan Persiraja kurang berkembang, terutama di babak pertama yang berakhir tanpa gol.
Gol Bola Mati Jadi Pembuka Kebuntuan
Memasuki babak kedua, Persiraja meningkatkan intensitas serangan. Perubahan strategi mulai membuahkan hasil pada menit ke-62.
Berawal dari skema bola mati, Omid Popalzay mengirimkan umpan akurat yang disambut sundulan Ariel Kurung untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut memicu semangat pemain Persiraja untuk terus menekan. Namun, solidnya pertahanan Sriwijaya FC membuat peluang tambahan sulit dikonversi menjadi gol.
Drama Penalti dan Gol Injury Time
Persiraja akhirnya menggandakan keunggulan melalui situasi penalti setelah Al Muzanni dijatuhkan di kotak terlarang. Omid Popalzay yang menjadi eksekutor sempat gagal, namun berhasil memanfaatkan bola rebound untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Di penghujung laga, Sriwijaya FC memperkecil ketertinggalan lewat gol Sehabudin Ahmad pada menit ke-98, membuat skor menjadi 2-1 dan menutup pertandingan dengan tensi tinggi.
Faktor Mental Jadi Sorotan
Jaya Hartono juga menyoroti aspek mental dalam pertandingan ini. Menurutnya, Sriwijaya FC tampil lebih lepas tanpa tekanan, sementara timnya justru dibebani target kemenangan.
“Kami bermain dengan tekanan untuk menang, sementara mereka lebih bebas. Itu juga mempengaruhi jalannya pertandingan,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu mengamankan tiga poin penting di tengah berbagai keterbatasan. (bbs)





