Kapolri Tunjuk Irjen Sandi Nugroho Jadi Kapolda Sumsel, Ini Alasannya

Palembang, viralsumsel.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran di jajaran pimpinan wilayah sebagai bagian dari penguatan organisasi dan peningkatan kinerja institusi.

Dalam rotasi terbaru yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/62/I/KEP./2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Irjen Pol Sandi Nugroho sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan, menggantikan Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi.

Mutasi tersebut menyedot perhatian publik, mengingat kedua perwira tinggi ini memiliki rekam jejak panjang dan strategis di tubuh Polri.

Irjen Andi Rian yang selama ini memimpin Polda Sumsel dengan catatan stabilitas keamanan yang terjaga, kini dipercaya menduduki posisi Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri. Penugasan ini dinilai sebagai langkah institusi untuk memperkuat sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Polri di tingkat pusat.

Sementara itu, tongkat kepemimpinan Polda Sumatera Selatan kini berada di tangan Irjen Sandi Nugroho. Jenderal bintang dua lulusan Akademi Kepolisian 1995 ini dikenal sebagai peraih Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi bagi taruna terbaik.

Baca Juga :  Halal Bihalal Jadi Momentum Konsolidasi, Ini Pesan Tegas Kapolda

Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho menjabat Kepala Divisi Humas Polri, posisi strategis yang membentuk pengalamannya dalam manajemen komunikasi publik dan penguatan citra institusi.

Sumatera Selatan merupakan wilayah dengan tantangan keamanan yang kompleks, mulai dari luasnya wilayah, dinamika sosial masyarakat, hingga keberadaan sejumlah objek vital nasional. Penunjukan Irjen Sandi Nugroho dipandang sebagai langkah tepat untuk menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat dalam aspek operasional, tetapi juga piawai dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Pengalaman panjang Sandi Nugroho di bidang kehumasan dinilai mampu mendorong pendekatan kepolisian yang lebih humanis dan transparan. Hal ini menjadi penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri di daerah.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi. Menurutnya, rotasi ini dilakukan melalui pertimbangan matang demi menjaga profesionalisme dan kesinambungan kinerja kepolisian.

Baca Juga :  Gubernur-Djan Faridz Bakal Hadiri Pelantikan JMSI Lahat

“Mutasi adalah proses alamiah dalam organisasi Polri, sekaligus upaya meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya di Palembang, Sabtu (24/1/2026).

Dengan kepemimpinan baru, diharapkan Polda Sumsel mampu menghadirkan terobosan dalam penanganan berbagai isu strategis, seperti konflik agraria, kejahatan ekonomi, perdagangan ilegal, hingga pengamanan kawasan industri dan energi. Irjen Sandi Nugroho juga diharapkan dapat melanjutkan program-program positif yang telah dirintis oleh pendahulunya.

Pergantian ini menjadi bagian dari upaya besar Polri dalam mewujudkan transformasi menuju Polri Presisi—prediktif, responsif, dan transparan berkeadilan. Masyarakat Sumatera Selatan pun menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru mampu menjaga kondusivitas wilayah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah dinamika nasional tahun 2026. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *