Kenapa Alex Tak Lagi Kucurkan Dana untuk Sriwijaya FC? Ini Penjelasan di Balik Krisis Finansial Laskar Wong Kito

PALEMBANG, viralsumsel.com – Kondisi finansial Sriwijaya FC kembali menjadi sorotan publik sepak bola Sumatera Selatan.

Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu kini menghadapi situasi sulit setelah PT Digi Sport Asia, perusahaan milik Alexander Rusli, resmi menghentikan dukungan pendanaan terhadap klub.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses negosiasi panjang antara pihak manajemen Sriwijaya FC dan Alexander Rusli, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), perusahaan pengelola klub.

Namun, berbagai pembahasan yang dilakukan tidak kunjung menemukan titik temu, hingga akhirnya pendanaan resmi dihentikan per 31 Desember 2025.

Manajemen Sriwijaya FC sejatinya masih berupaya melakukan renegosiasi untuk mencari solusi terbaik demi keberlangsungan klub.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan yang dapat mengubah keputusan tersebut. Ketidakpastian kondisi klub, minimnya pemasukan, serta beban operasional yang terus berjalan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan.

Baca Juga :  Ratusan Pengaduan Masyarakat Masuk Sistem Lapor

Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, mengakui bahwa sejak awal tahun 2026 Sriwijaya FC tidak lagi menerima suntikan dana dari Alexander Rusli maupun PT Digi Sport Asia.

Ia menyebut saat ini manajemen harus bertahan dengan cara patungan menggunakan dana pribadi demi menjaga aktivitas klub tetap berjalan.

“Iya, per 31 Desember sudah tidak ada pendanaan dari Pak Alex atau Digi. Sekarang kami patungan pakai uang pribadi. Ya begitulah, tapi bisa dimaklumi. Mendukung klub sendirian tentu berat, apalagi sponsor saat ini nol,” ujar Anggoro.

Kondisi ini semakin menegaskan beratnya tantangan yang dihadapi Sriwijaya FC, terutama di tengah kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.

Tanpa dukungan sponsor utama, beban pembiayaan klub sepenuhnya bergantung pada internal manajemen. Situasi tersebut berdampak langsung pada stabilitas tim, mulai dari keterbatasan perekrutan pemain, persiapan kompetisi, hingga pemenuhan kebutuhan operasional harian.

Baca Juga :  Ridwan Saragih Kecewa, Persikad Depok Lepas Kemenangan di Depan Mata

Keputusan Alexander Rusli menghentikan pendanaan dinilai sebagai langkah realistis berdasarkan kondisi objektif klub saat ini. Minimnya sponsor dan belum jelasnya arah pembenahan finansial membuat beban pendanaan tidak mungkin ditanggung oleh satu pihak saja dalam jangka panjang.

Kini, publik dan suporter Sriwijaya FC berharap ada solusi konkret, baik melalui masuknya investor baru, dukungan sponsor, maupun langkah strategis manajemen untuk menyelamatkan klub.

Bagi Laskar Wong Kito, perjuangan saat ini bukan sekadar soal prestasi di lapangan, tetapi tentang menjaga eksistensi dan kelangsungan klub kebanggaan Sumatera Selatan. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *