Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru Dorong Pemanfaatan Lahan Irigasi Jadi Sumber Ketahanan Pangan dan Penghasilan Keluarga

VIRALSUMSEL.COM, OKU TIMUR – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan dan kader PKK, untuk lebih kreatif memanfaatkan lahan pekarangan maupun kawasan irigasi sebagai sumber ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi keluarga.

Ajakan tersebut disampaikan Feby Herman Deru saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tanjung Mas, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Rabu (1/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Feby tidak sekadar melihat dari kejauhan. Ia turun langsung ke area pertanian milik warga, memanen berbagai komoditas hortikultura yang dibudidayakan bersama kelompok PKK dan masyarakat. Hamparan tanaman kembang kol, terong, hingga kolam budidaya ikan lele yang memanfaatkan saluran irigasi menjadi bukti nyata keberhasilan warga dalam mengoptimalkan potensi desa.

Sambil memanen hasil kebun, Feby mengungkapkan bahwa setiap keluarga sebenarnya memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia, sekecil apa pun ukurannya.

“Kita bisa memulai dari pekarangan rumah sendiri. Tidak harus memiliki lahan yang luas untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan menanam sayuran, buah-buahan maupun membudidayakan ikan air tawar dapat menjadi langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap penguatan ekonomi rumah tangga sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Baca Juga :  Bidan Ujung Tombak Bagi Pemprov Sumsel Turunkan Angka Stunting, Feby Deru Hadiri HUT IBI Ke 72 Tahun 2023

Ia pun mengapresiasi inovasi masyarakat Desa Tanjung Mas yang berhasil mengubah kawasan irigasi menjadi sentra budidaya sayuran dan kolam ikan lele yang produktif.

Feby berharap hasil panen tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi melalui pemasaran yang dikelola secara bersama-sama.

“Hasil panennya bisa disalurkan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Feby mengingatkan agar semangat bercocok tanam tidak berhenti hanya karena adanya kunjungan pejabat. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi budaya yang terus dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Saya berharap kegiatan berkebun dan budidaya seperti ini terus berjalan. Jangan hanya semangat saat ada kunjungan kerja, tetapi benar-benar menjadi kegiatan rutin masyarakat,” pesannya.

Tak hanya berhenti pada proses budidaya, Ketua TP PKK Sumsel itu juga mendorong masyarakat agar mulai berpikir mengenai hilirisasi produk pertanian dan perikanan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Ia mengusulkan agar setiap desa maupun kecamatan memiliki komoditas unggulan yang berbeda sehingga mampu menciptakan identitas produk sekaligus memperluas peluang pasar.

“Satu kecamatan terdiri dari banyak desa. Masing-masing bisa mengembangkan jenis tanaman yang berbeda. Bahkan hasil pertanian maupun perikanan bisa diolah menjadi produk makanan siap jual dengan kemasan yang menarik sehingga nilai ekonominya meningkat,” jelasnya.

Baca Juga :  Eva Susanti Pantau Operasi Pasar Murah dan Pelayanan Terpadu di Desa Merah Mata Banyuasin

Usai mengikuti kegiatan panen, Feby melanjutkan dialog bersama kader PKK desa. Dalam diskusi tersebut, mereka membahas berbagai peluang pengembangan usaha berbasis hasil pertanian lokal.

Beragam ide pun muncul, mulai dari mengolah kembang kol menjadi keripik dan makanan olahan, memanfaatkan terong sebagai produk camilan, hingga mengembangkan berbagai olahan ikan lele yang memiliki daya saing di pasar.

Selain inovasi produk, pembahasan juga menyentuh strategi pemasaran, mulai dari penguatan branding produk lokal, penggunaan media digital, hingga perluasan jaringan pemasaran melalui kelompok usaha dan koperasi.

Bagi Feby Herman Deru, keberhasilan membangun ketahanan pangan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi juga sejauh mana masyarakat mampu menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan keluarga.

Melalui kolaborasi antara kader PKK, Kelompok Wanita Tani, pemerintah desa, dan masyarakat, ia optimistis desa-desa di Sumatera Selatan mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Gerakan sederhana memanfaatkan pekarangan dan lahan irigasi, menurutnya, dapat menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang tangguh secara ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *