Kisah Rosalvo: Dari Deltras hingga Jadi Tumpuan Persijap Jepara di Super League

JEPARA, viralsumsel.com – Nama Rosalvo Candido Rosa Junior kian akrab di telinga pecinta sepak bola Tanah Air, khususnya para pendukung Persijap Jepara. Striker asal Brasil itu kini menjadi andalan di lini depan Laskar Kalinyamat dalam debut mereka di BRI Super League 2025/26.

Namun, perjalanan Rosalvo di Indonesia tidak selalu mulus. Pemain berusia 33 tahun itu sempat tersisih di klub sebelumnya hingga diragukan masa depannya. Kini, kepercayaan yang diberikan Persijap membuka babak baru dalam kariernya, bahkan membuatnya kembali merasakan nikmatnya kepercayaan suporter dan manajemen.

Dari Liga 2 ke Super League

Rosalvo bukan sosok asing bagi Persijap. Musim lalu, ia sudah mengenakan seragam merah kebanggaan Jepara saat tim ini masih berjuang di Liga 2 2024/25. Perannya sangat vital dalam mengantarkan Persijap promosi ke kasta tertinggi.

Statistik pun berbicara: 6 gol dan 1 assist dari 12 pertandingan fase liga, lalu ditambah 4 gol dari 7 laga di fase play-off. Torehan tersebut membuat manajemen klub tak ragu memperpanjang kontraknya ketika Persijap memastikan tiket ke BRI Super League.

Unggahan resmi klub di Instagram pada 18 Juni 2025 malam bahkan dengan bangga menulis: “He’s not going anywhere! Rosalvo Candido Rosa Junior.” Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Persijap siap menatap masa depan dengan menjadikan Rosalvo sebagai ujung tombak.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Terpuruk di Dasar Klasemen Grup B Usai Kalah 2-3 dari Arab Saudi

Karier Panjang dan Adaptasi Cepat

Perjalanan Rosalvo di Indonesia dimulai dari Jawa Timur bersama Deltras FC. Meski hanya sebentar, kontribusinya cukup mencuri perhatian. Dari 10 penampilan, ia mampu menyumbangkan 4 gol dan 2 assist, bahkan sempat dinobatkan sebagai man of the match dalam tiga laga beruntun.

Label pemain pekerja keras melekat pada dirinya. Rosalvo dikenal sebagai penyerang yang tidak hanya mengandalkan insting gol, tetapi juga punya kemampuan membantu rekan setim dalam membangun serangan.

Sebelum mendarat di Indonesia, kariernya sudah berkelana ke berbagai negara. Ia pernah mencicipi atmosfer sepak bola di Spanyol, Brasil, Thailand, hingga Brunei Darussalam. Pengalaman itulah yang membuat proses adaptasinya relatif cepat saat merumput di Liga Indonesia.

Pelatih Persijap saat itu, Kahudi Wahyu Widodo, tak ragu memboyongnya dari Deltras ke Jepara. Kini, di bawah racikan pelatih anyar Mario Lemos, Rosalvo tetap dipercaya sebagai pemimpin di lini depan.

Musim Baru, Harapan Baru

Musim 2025/26 memang belum berjalan sempurna untuk Rosalvo. Dari lima laga awal, ia baru mencetak satu gol dan satu assist. Meski demikian, perannya tetap terasa di lapangan. Mobilitas, pengalaman, serta ketenangan Rosalvo kerap menjadi faktor penting yang membantu Persijap menahan tekanan lawan.

Baca Juga :  Laga Kandang Perdana, Persijap Siap Hadapi Sang Juara Bertahan Persib Bandung

Bagi fans Persijap, sosoknya adalah simbol perjuangan. Seorang pemain asing yang rela jatuh bangun bersama klub sejak masih berjuang di Liga 2 hingga kini berada di panggung tertinggi. Tak heran jika kehadirannya selalu mendapat apresiasi lebih dari publik Jepara.

“Dengan prestasi 10 gol dan satu assist musim lalu, Rosalvo menunjukkan komitmen, kerja keras, dan semangat juang yang tinggi. Itu alasan kami tetap mempercayainya,” tulis manajemen Persijap dalam keterangan resmi.

Masa Depan Sang Target Man

Rosalvo sendiri menegaskan masih haus prestasi. Usianya memang tidak muda lagi, namun dedikasinya untuk menjaga kondisi fisik membuatnya tetap bugar. Sebagai penyerang utama, ia sadar ekspektasi suporter sangat besar.

Di tangan Mario Lemos, Rosalvo diproyeksikan bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga mentor bagi pemain-pemain muda Persijap. Pengalaman panjangnya di berbagai liga diyakini akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan Persijap di musim debut BRI Super League. (Lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *