MIND ID Dorong Produksi Emas Nasional untuk Perkuat Cadangan Devisa Indonesia

JAKARTA, viralsumsel.com – PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mendorong peningkatan produksi emas di dalam negeri sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung penguatan cadangan devisa Indonesia.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, emas yang diproduksi dari dalam negeri memiliki nilai strategis karena selain menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, emas juga dapat menjadi bagian dari aset cadangan internasional bank sentral.

Pernyataan tersebut disampaikan Maroef dalam acara MINDialogue bertajuk “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” yang berlangsung di Jakarta, Rabu.

Menurut Maroef, potensi emas nasional perlu dikelola secara optimal agar manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan dari sisi industri, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional.

“Emas merupakan produksi dalam negeri yang berpotensi menjadi sumber aset strategis yang dapat mendukung penguatan cadangan devisa negara,” kata Maroef.

Ia menjelaskan, posisi emas semakin penting dalam sistem perekonomian global. Komoditas tersebut tidak hanya digunakan sebagai instrumen investasi, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai salah satu aset yang dapat menjadi bagian dari cadangan internasional suatu negara.

Karena itu, MIND ID melihat peningkatan produksi emas nasional sebagai salah satu peluang yang perlu terus dikembangkan.

Pertambangan Rakyat Didorong Masuk Jalur Formal

Maroef mengatakan penguatan produksi emas perlu dilakukan mulai dari sektor hulu. Salah satu langkah yang didorong adalah mempercepat proses formalisasi aktivitas pertambangan rakyat melalui skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Upaya tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui harmonisasi regulasi sekaligus peningkatan pembinaan dan pendampingan teknis kepada para pelaku pertambangan rakyat.

Baca Juga :  MIND ID Bina Lebih dari 10.000 UMKM untuk Perkuat Ekonomi Lokal dan Tekan Kemiskinan

Dengan masuknya pertambangan rakyat ke dalam sistem formal, hasil produksi emas diharapkan dapat tercatat dan masuk ke dalam rantai pasok resmi.

Selanjutnya, emas tersebut dapat diserap oleh fasilitas pemurnian yang memenuhi standar internasional, termasuk standar yang mengacu pada London Bullion Market Association (LBMA).

“Di sektor hulu, kami mendorong transformasi proses formalisasi pertambangan rakyat menjadi IPR melalui harmonisasi regulasi, serta pembinaan teknis bagi pertambangan rakyat,” ujar Maroef.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan tata kelola pertambangan yang lebih tertib sekaligus meningkatkan keterlacakan asal-usul emas yang diproduksi.

Agregator Dinilai Penting dalam Rantai Pasok

Selain membenahi sektor hulu, MIND ID juga menilai penguatan perlu dilakukan pada tahap pengolahan atau midstream.

Maroef mengatakan, kegiatan pengolahan bijih perlu diperkuat dengan melibatkan lembaga agregator yang memiliki badan hukum resmi. Keberadaan agregator dinilai dapat membantu memastikan proses pengumpulan dan pengolahan komoditas berlangsung melalui mekanisme yang lebih terstruktur.

“Kehadiran agregator ini berfungsi untuk menjamin keterlacakan rantai pasok melalui sistem formal,” jelasnya.

Dengan sistem rantai pasok yang lebih formal dan terlacak, pengelolaan emas nasional diharapkan dapat semakin transparan sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Cadangan Devisa Indonesia Capai 145,3 Miliar Dolar AS

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 berada di level 145,3 miliar dolar AS.

Angka tersebut relatif stabil dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang tercatat sebesar 145,6 miliar dolar AS. Dengan demikian, cadangan devisa pada Juli mengalami penurunan tipis sekitar 0,3 miliar dolar AS secara bulanan.

Baca Juga :  Peluncuran QRIS Tap DAMRI di Palembang, Wagub Cik Ujang: Transaksi Transportasi Kini Lebih Mudah dan Aman

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, perkembangan cadangan devisa pada Juli 2026 terutama dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah.

Namun, pada periode yang sama pemerintah juga melakukan pembayaran utang luar negeri. Selain itu, Bank Indonesia menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap meningkatnya kembali ketidakpastian di pasar keuangan global.

Meski mengalami penurunan tipis, posisi cadangan devisa tersebut masih berada pada level yang memadai.

Bank Indonesia menyebut cadangan devisa akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan sekitar 5,5 bulan impor, atau sekitar 5,3 bulan impor sekaligus pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi tersebut juga masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada pada kisaran tiga bulan impor.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa cadangan devisa Indonesia masih memiliki daya dukung yang cukup terhadap ketahanan eksternal perekonomian.

Dalam konteks penguatan ekonomi nasional, MIND ID melihat peningkatan produksi emas domestik dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengoptimalkan sumber daya mineral Indonesia.

Penguatan sektor pertambangan rakyat, peningkatan kapasitas pengolahan, pembentukan rantai pasok formal, serta pemenuhan standar internasional menjadi sejumlah aspek yang dinilai penting agar komoditas emas nasional dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi negara.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri mineral nasional dan mendukung agenda Indonesia dalam menjaga stabilitas serta kedaulatan ekonomi. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *