viralsumsel.com, JAKARTA– Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi santai wacana Partai Amanat Nasional (PAN) yang mulai menggulirkan komposisi pasangan calon untuk Pilpres 2029.
Di tengah spekulasi politik tersebut, Gibran menegaskan dirinya memilih tetap fokus bekerja mendampingi Presiden Prabowo Subianto ketimbang membicarakan kontestasi lima tahun mendatang.
Gibran menekankan, prioritasnya saat ini adalah memastikan seluruh program dan visi Presiden Prabowo berjalan optimal serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, sebagai wakil presiden, tanggung jawab utama yang diemban adalah mengawal jalannya pemerintahan, bukan merespons skenario politik yang masih jauh.
“Saya akan tetap fokus bekerja agar program dan visi Bapak Presiden dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gibran dalam keterangan pers tertulis yang dibagikan Sekretariat Wakil Presiden, Minggu (8/2/2026).
Ia juga menegaskan perannya sebagai pembantu presiden menuntut komitmen penuh untuk memastikan kebijakan pemerintah terlaksana dengan baik. Gibran menilai keberhasilan program pemerintahan saat ini jauh lebih penting ketimbang membicarakan paket calon di pemilu mendatang.
“Sebagai pembantu Presiden, saya memiliki tanggung jawab untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan program dan visi Bapak Presiden berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pernyataan Gibran ini muncul setelah PAN secara terbuka menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029. Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyebut partainya siap mendukung Prabowo, namun belum memastikan sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi.
Eddy menilai penentuan pasangan calon harus mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari kecocokan kerja sama hingga kekuatan elektoral. Ia menegaskan, dukungan PAN kepada Prabowo tidak otomatis sepaket dengan Gibran.
“Paket itu tentu harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, dan juga memiliki dukungan elektoral yang tinggi. Pertimbangannya banyak,” kata Eddy.
Bahkan, Eddy secara terbuka menyebut PAN memiliki kepentingan mendorong kader internalnya, termasuk Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, menyusul dihapuskannya presidential threshold.
“Gini, bagi saya, bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold, tentu saya mendukung Pak Zulhas. Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029, tentu,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai wacana yang disampaikan PAN sebagai bagian dari dinamika politik. Ia menegaskan, pembahasan Pilpres 2029 masih terlalu dini karena fokus utama pemerintahan saat ini adalah bekerja untuk rakyat.
“Politik itu dinamis. Kita anggap saja sebagai doa. Pak Prabowo juga menyampaikan, kita lihat nanti 2029 setelah melihat keberhasilan periode ini,” ujar Dasco. (mel)






