JAKARTA,viralsumsel.com – Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat untuk tujuan jangka panjang. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pembiayaan emas yang dicatatkan PT Bank BCA Syariah hingga pertengahan 2026.
Direktur BCA Syariah, Pranata, mengatakan pembiayaan emas perseroan mengalami pertumbuhan signifikan dalam satu tahun terakhir. Hingga Juni 2026, nilai pembiayaan emas BCA Syariah mencapai Rp684 miliar, meningkat 127,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sekitar Rp301 miliar.
Pranata mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan masih kuatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai salah satu pilihan investasi untuk jangka panjang.
“Jadi kita dari BCA Syariah memandang, instrumen emas ini adalah instrumen untuk investasi jangka panjang,” kata Pranata dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, peningkatan pembiayaan emas BCA Syariah juga didukung oleh kemudahan layanan digital melalui fitur pengajuan pembiayaan Emas iB pada new mobile banking Bsya.
Digitalisasi layanan tersebut membuat calon nasabah dapat mengajukan pembiayaan emas dengan proses yang lebih mudah. Selain itu, BCA Syariah juga melakukan penyesuaian terhadap batas minimum emas yang dapat dibiayai.
Jika sebelumnya pembiayaan emas hanya dapat diajukan dengan minimum 10 gram, kini masyarakat dapat mengajukan pembiayaan mulai dari 5 gram.
“Dulu minimumnya 10 gram, sekarang nasabah atau calon nasabah kita 5 gram sudah bisa,” ujar Pranata.
Tidak hanya menurunkan minimum gramasi, pilihan emas yang dapat dibiayai juga semakin beragam. Jika sebelumnya pembiayaan hanya tersedia untuk emas Antam, kini pilihan tersebut mencakup Antam, Galeri 24, dan Hartadinata.
Pranata menilai prospek emas sebagai instrumen investasi jangka panjang masih cukup menarik. Ia menyebut harga emas telah mengalami kenaikan lebih dari 200 persen dalam kurun waktu sekitar 10 tahun terakhir.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa harga emas tetap dapat mengalami fluktuasi karena dipengaruhi kondisi dan dinamika ekonomi global. Karena itu, masyarakat tetap perlu memahami karakteristik investasi emas sebelum mengambil keputusan.
“Kalau kita lihat secara prospek ke depan, emas itu masih tetap menarik. Dan kalau kita lihat pun, walaupun animonya tidak setinggi di awal tahun, tapi kita lihat semakin banyak nasabah kita pun yang sudah paham, bahkan memandang emas itu adalah investasi jangka panjang,” jelasnya.
BCA Syariah pun melihat emas dapat menjadi salah satu alternatif dalam strategi investasi masyarakat. Namun, Pranata menekankan pentingnya diversifikasi agar masyarakat tidak menempatkan seluruh dana investasi hanya pada satu jenis instrumen.
Menurutnya, pemahaman terhadap literasi keuangan menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan investasi. Masyarakat perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, serta tingkat risiko yang dapat diterima.
“Kalau untuk investasi kan kita taruh di satu basket atau satu keranjang semua, itu kan kurang bagus,” katanya.
Ia menjelaskan, emas dapat menjadi salah satu bagian dari portofolio investasi untuk jangka panjang. Dengan memahami karakteristik masing-masing instrumen, masyarakat diharapkan dapat mengelola keuangan secara lebih bijak dan terukur.
Pertumbuhan pembiayaan emas BCA Syariah hingga Juni 2026 sekaligus menunjukkan bahwa minat terhadap investasi berbasis emas masih memiliki ruang untuk berkembang. Kemudahan akses pembiayaan, pilihan produk emas yang semakin beragam, serta layanan digital menjadi sejumlah faktor yang mendukung perkembangan tersebut.
Meski prospeknya dinilai masih positif, masyarakat tetap diimbau untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan tren kenaikan harga. Pemahaman terhadap risiko dan pengelolaan portofolio secara seimbang tetap diperlukan agar investasi dapat memberikan manfaat sesuai tujuan keuangan masing-masing. (bbs/ion)












