Pemkab Muba Gerak Cepat Amankan Siswa SMAN 2 Sekayu dari Ancaman Pohon Tua Rawan Tumbang

SEKAYU, Viralsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menunjukkan respons cepat terhadap persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar. Atas instruksi langsung Bupati Muba HM Toha Tohet SH, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muba melakukan penanganan terhadap pohon tua yang dinilai rawan tumbang di lingkungan SMA Negeri 2 Sekayu, Jumat (7/8/2026).

Pohon tersebut berada tepat di sisi ruang kelas sehingga keberadaannya menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan siswa, guru, maupun tenaga kependidikan yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Tim DLH Muba kemudian melakukan pemotongan pohon sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Penanganan dilakukan setelah kondisi pohon dinilai sudah tidak aman dan berpotensi tumbang, terutama ketika terjadi hujan lebat maupun angin kencang.

Pohon yang diperkirakan telah berusia lebih dari 25 tahun tersebut diketahui sudah mengalami kondisi yang rentan. Selain berada di dekat ruang belajar, keberadaannya juga dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan warga sekolah apabila sewaktu-waktu roboh.

Keselamatan Pelajar Jadi Prioritas

Langkah cepat Pemkab Muba mendapat apresiasi karena pemerintah daerah tetap mengambil tindakan meskipun pengelolaan jenjang SMA secara administratif merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Bupati Muba HM Toha Luncurkan Galak Ngerjut dan Bagikan Seragam Gratis di Teluk

Bagi Pemkab Muba, persoalan keselamatan masyarakat merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan respons cepat tanpa harus terhambat oleh batas kewenangan pemerintahan.

Bupati Muba HM Toha Tohet menegaskan, keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang sedang menempuh pendidikan, menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, laporan mengenai pohon tua yang berpotensi membahayakan tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Karena itu, setelah menerima informasi mengenai kondisi pohon di lingkungan SMAN 2 Sekayu, dirinya langsung meminta DLH mengambil langkah penanganan.

“Keselamatan anak-anak kita menjadi perhatian utama. Ketika mendapat laporan ada pohon tua yang kondisinya berpotensi membahayakan, saya langsung meminta DLH segera melakukan tindakan. Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat,” ujar Toha.

Ia menambahkan, Pemkab Muba akan terus berupaya memberikan respons terhadap berbagai persoalan yang menyangkut keamanan dan keselamatan warga, termasuk di lingkungan fasilitas pendidikan.

Menurutnya, tindakan pencegahan menjadi penting untuk menghindari risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Sekolah Apresiasi Respons Pemkab Muba

Respons cepat tersebut mendapat sambutan positif dari pihak SMAN 2 Sekayu. Kepala SMA Negeri 2 Sekayu, Ade Syamsuddin Alwijaya, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Muba dan jajaran DLH yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Bupati Muba Bagikan Ribuan THR untuk Kaum Dhuafa, Petugas Kebersihan, dan Pengemudi

Ia mengatakan, pohon yang ditangani memang telah berusia cukup tua dan berada sangat dekat dengan ruang kelas. Kondisi tersebut sebelumnya menjadi kekhawatiran karena apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang, terdapat potensi pohon tumbang dan membahayakan warga sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Muba dan jajaran DLH yang cepat merespons persoalan ini. Pohon tersebut memang sudah cukup tua dan posisinya berada di dekat ruang kelas sehingga cukup mengkhawatirkan. Setelah dilakukan penanganan, kami merasa lebih aman dan aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman,” kata Ade.

Penanganan pohon tersebut sekaligus menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Pemkab Muba berharap koordinasi lintas pemerintahan dapat terus dilakukan ketika ditemukan persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. Dengan respons cepat dan langkah pencegahan, berbagai risiko dapat diminimalkan sebelum menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keselamatan warga dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat. (dev/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *