Prabowo Targetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Beroperasi 1 Januari 2027

JAKARTA, viralsumsel.com – Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Pembentukan bursa tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen sekaligus meningkatkan peran dalam menentukan harga berbagai komoditas strategis di pasar global.

Target tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI, Jakarta, Jumat.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo berharap proses pembahasan mengenai ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis bersama DPR RI dapat segera dilakukan. Pemerintah meminta agar regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan bursa tersebut dapat diterbitkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Dengan dukungan DPR, rencana kita 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, pembentukan bursa komoditas tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang sedang dijalankan pemerintah. Rencana tersebut juga telah dibahas pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Indonesia Ingin Punya Referensi Harga Sendiri

Prabowo menilai Indonesia selama puluhan tahun telah menjadi salah satu negara penghasil berbagai komoditas strategis dunia. Komoditas tersebut antara lain kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi hingga karet.

Namun, persoalan yang menjadi perhatian pemerintah adalah harga sejumlah komoditas tersebut masih banyak mengacu pada bursa komoditas yang berada di luar negeri.

Baca Juga :  Malam Lebaran, Pj Gubernur Agus Fatoni Tinjau Lokasi dan Berikan Bantuan kepada Korban Kebakaran

Kondisi tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi Indonesia sebagai negara produsen. Karena itu, pemerintah ingin membangun sistem perdagangan komoditas yang memungkinkan Indonesia memiliki peran lebih besar dalam menentukan harga komoditas yang dihasilkan sendiri.

Prabowo mempertanyakan kondisi ketika negara yang tidak memiliki komoditas justru memiliki pengaruh besar dalam menentukan harga komoditas tersebut.

Menurutnya, Indonesia sebagai pemilik sumber daya harus memiliki posisi yang lebih kuat dalam mekanisme penentuan harga di pasar internasional.

Melalui Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, pemerintah menargetkan terbentuknya Indonesia Reference Price atau harga referensi Indonesia untuk berbagai komoditas utama ekspor.

Transaksi Produsen hingga Investor Dipertemukan

Bursa tersebut nantinya akan menjadi ruang yang mempertemukan berbagai pihak dalam rantai perdagangan komoditas. Mulai dari produsen, petani, eksportir, pembeli hingga investor dapat bertransaksi dalam satu sistem yang berada di bawah pengawasan OJK.

Pemerintah berharap sistem perdagangan yang lebih terintegrasi dan transparan dapat memberikan informasi transaksi yang lebih jelas. Dengan demikian, celah terjadinya praktik penipuan dalam perdagangan komoditas diharapkan dapat semakin dipersempit.

Pengawasan OJK juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap mekanisme perdagangan yang akan diterapkan.

Baca Juga :  Pemprov Sumsel dan OJK Dorong TPKAD U Permudah Akses Masyarakat  dan Petani Dapatkan KUR

Selain pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Prabowo turut menyoroti pentingnya reformasi pasar modal. Menurutnya, pasar modal yang sehat dan kredibel dapat membuka kesempatan lebih luas bagi perusahaan rintisan serta pelaku usaha nasional untuk memperoleh tambahan modal.

Dengan akses terhadap ekuitas dan pembiayaan yang lebih baik, perusahaan nasional diharapkan mampu meningkatkan skala usaha serta memperkuat daya saing.

Indonesia Ingin Naik Kelas

Prabowo menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis serta penguatan pasar modal merupakan bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam perekonomian global.

Indonesia tidak ingin hanya dikenal sebagai negara yang menghasilkan dan mengekspor bahan mentah. Pemerintah ingin Indonesia memiliki peran yang lebih besar dalam rantai nilai dan perdagangan komoditas dunia.

Karena itu, keberadaan bursa komoditas nasional diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen.

“Dengan bursa mineral dan komoditas strategis dan bursa modal yang kredibel, Indonesia akan berhenti menjadi tempat komoditas digali. Kita bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia. Kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia,” pungkas Prabowo.

Target beroperasinya Bursa Mineral dan Komoditas Strategis pada 1 Januari 2027 selanjutnya bergantung pada penyelesaian pembahasan ketentuan penyelenggaraan bersama DPR RI serta penerbitan regulasi yang diperlukan. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *