PSMS Medan U19 Tumbang Dramatis dari Kendal Tornado, Gagal Amankan Poin Meski Sempat Bangkit

BEKASI, viralsumsel.comPSMS Medan U19 harus menelan kekalahan menyakitkan pada pekan kelima Grup C EPA Championship U19 2026. Bertanding di Akademi Sepak Bola Garudayaksa, Kamis (16/4/2026), tim berjuluk Ayam Kinantan Muda takluk tipis 2-3 dari Kendal Tornado FC U19.

Hasil ini semakin memperburuk posisi PSMS U19 di klasemen sementara. Hingga pekan kelima, mereka masih terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi satu poin dari lima pertandingan yang telah dijalani.

Sejak awal laga, PSMS U19 berada dalam tekanan. Pada babak pertama, lini pertahanan mereka kesulitan meredam serangan lawan. Dua gol berhasil dicetak Kendal Tornado U19 melalui Joiner Kareth pada menit ke-28 dan Arya Rangga Parusha pada menit ke-39. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSMS U19 menunjukkan perubahan signifikan. Semangat juang khas “Rap-Rap” mulai terlihat. Mereka mampu bangkit dan menyamakan kedudukan dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga :  Persis Solo Matangkan Fisik Jelang Championship 2026/27, Rodrigo Almeida: Fokus Laga Perdana

Gol pertama dicetak oleh Dzibril Javas pada menit ke-67, disusul gol penyeimbang dari Oka Dwi Caksono lima menit berselang. Skor 2-2 sempat membuka harapan bagi PSMS untuk membalikkan keadaan.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Pada menit ke-78, Rangga Dwi Lesmana mencetak gol ketiga yang memastikan kemenangan bagi Kendal Tornado U19.

Pelatih PSMS U19, Kas Hartadi, mengungkapkan rasa kecewanya atas hasil tersebut. Ia mengapresiasi semangat juang pemain yang mampu bangkit dari ketertinggalan, namun menyoroti lemahnya konsentrasi di momen krusial.

Menurutnya, gol penentu yang terjadi di babak kedua seharusnya dapat dihindari jika koordinasi antar pemain berjalan lebih baik.

Ia juga menegaskan bahwa posisi tim saat ini sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan evaluasi menyeluruh. Dengan hanya mengoleksi satu poin, PSMS U19 berada dalam situasi sulit untuk bersaing di papan atas.

Baca Juga :  Comeback Yuran Fernandes di Parepare: Fokus Baru, Ambisi Baru

“Kami harus bekerja lebih keras lagi. Ini bukan posisi yang seharusnya ditempati oleh tim seperti PSMS,” tegasnya.

Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan bagi tim pelatih untuk segera membenahi aspek pertahanan, komunikasi, serta konsistensi permainan. Selain itu, pemulihan mental pemain juga menjadi faktor penting agar tim mampu bangkit di laga-laga berikutnya.

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, peluang PSMS U19 untuk memperbaiki posisi masih terbuka, namun membutuhkan kerja keras dan performa yang jauh lebih stabil di setiap laga. (Lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *