Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan Dikebut, Pemkab Muba Tekankan Skema Pembangunan Aman

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mempercepat penyelesaian revitalisasi Jembatan P.6 Lalan yang menjadi infrastruktur vital bagi mobilitas masyarakat.

Proyek ini mendapat perhatian serius menyusul sejumlah kendala di lapangan, termasuk insiden tabrakan tongkang yang kembali terjadi.

Komitmen percepatan tersebut ditegaskan dalam rapat evaluasi yang dipimpin Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Kamis (16/4/2026). Rapat lintas sektor ini melibatkan unsur pemerintah provinsi, perangkat daerah, kontraktor, hingga perwakilan masyarakat.

Dalam arahannya, Husen menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur utama aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Kecamatan Lalan. Ia mengingatkan bahwa ambruknya jembatan akibat insiden tongkang pada Agustus 2024 telah berdampak luas dan menjadi perhatian publik.

“Percepatan harus tetap dibarengi dengan aspek keselamatan. Kita tidak ingin kejadian serupa terus berulang,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Pemkab Muba Tegaskan Dukungan Permen ESDM 14/2025 untuk Perkuat Tata Kelola Migas Nasional

Ia juga meminta agar segera dilakukan pembahasan lanjutan untuk memfinalisasi skema pembangunan yang paling aman, terutama setelah insiden terbaru kembali terjadi di area proyek.

Dari sisi pemerintah provinsi, Asisten I Pemprov Sumatera Selatan Apriyadi menyatakan komitmen penuh untuk mengawal proyek tersebut hingga tuntas. Ia menyoroti tingginya risiko pada bentang sungai yang menjadi jalur lalu lintas tongkang.

“Dalam bentang sekitar 80 meter saja sudah tiga kali terjadi tabrakan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kontraktor dari KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa Bagus melaporkan bahwa progres pembangunan hingga pekan ke-36 telah mencapai 57,45 persen, sedikit di bawah target 57,57 persen dengan deviasi minus 0,13 persen.

Secara rinci, capaian tersebut meliputi pekerjaan engineering sebesar 10,44 persen, procurement 37,65 persen, serta construction 9,36 persen. Beberapa pekerjaan yang sedang berjalan antara lain fabrikasi baja di workshop, pembesian pilecap, penguatan platform, hingga pemasangan tulangan struktur.

Baca Juga :  Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Muba Ajak ASN dan Masyarakat Berhijrah Menuju Pelayanan Prima

Namun demikian, tantangan di lapangan masih cukup kompleks. Salah satunya insiden pada 5 April 2026, ketika Tugboat Paris 22 menabrak pipa shoring di titik P1. Akibatnya, satu pipa mengalami kerusakan serius dan lainnya bergeser hingga lebih dari dua meter.

Selain faktor kecelakaan, kondisi pasang surut air sungai juga menjadi kendala signifikan yang memengaruhi kelancaran pekerjaan konstruksi.

Melalui rapat evaluasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat menyepakati langkah strategis guna memastikan proyek berjalan lebih aman, efektif, dan sesuai target waktu penyelesaian. Pemkab Muba pun optimistis revitalisasi jembatan ini dapat segera rampung dan kembali dimanfaatkan masyarakat secara maksimal. (dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *