Sayonara Wagon R, Suzuki Setop Produksi dan Siapkan Generasi Baru

Foto dok Suzuki

viralsumsel.com, JAKARTA – Era Karimun Wagon R akhirnya benar-benar ditutup. Suzuki memastikan city car mungil yang dulu sempat menyandang predikat mobil paling terjangkau di Indonesia itu resmi disuntik mati, baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Mesin produksinya kini benar-benar berhenti berputar.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Dony Ismi Saputra, Deputy of Sales dan Marketing Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales. Saat disinggung soal nasib sang city car, jawabannya lugas tanpa banyak basa-basi.

“Wagon R sudah discontinue,” ujar Dony di sela peluncuran Grand Vitara minor change di GJAW 2025, Tangerang.

Meski begitu, Suzuki tak berniat membiarkan slot kosong ini terlalu lama. Akan ada model baru yang disiapkan sebagai penerus, meski Dony masih menutup rapat detailnya.

Baca Juga :  Keselamatan Prioritas, Pelindo Multi Terminal Pastikan Kesiapsiagaan Darurat di Pelabuhan

“Biar mereka launching dulu,” katanya singkat.

Karimun Wagon R lahir dari program LCGC, menawarkan paket lengkap, irit, murah dirawat, dan ramah kantong. Selama bertahun-tahun, city car kotak ini jadi pilihan favorit para pengemudi pemula, pekerja harian, hingga keluarga kecil.

Namun kejayaan itu perlahan memudar menjelang 2021. Penjualan domestik dihentikan, dan Wagon R hanya bertahan sebagai pejuang ekspor ke Pakistan dalam format CKD. Pasar itu menjadi satu-satunya penopang hidupnya.

Sampai akhirnya, tahun ini momentum pamit itu datang.

Berdasarkan data Gaikindo mencatat, pengiriman CKD terakhir ke Pakistan terjadi pada Februari 2025 sebanyak 96 set unit. Sejak itu hingga Oktober 2025, tak ada lagi permintaan lanjutan. Tanpa pasar ekspor, garis hidup Wagon R pun resmi terhenti.

Baca Juga :  Awal Tahun 2026, Jasa Marga Catat 155 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek

Spesifikasi Sang Legenda LCGC

Karimun Wagon R dibekali mesin mungil 998 cc K10B 3-silinder DOHC, bertenaga 68 PS pada 6.200 rpm dan torsi 90 Nm pada 3.500 rpm. Pilihan transmisi manual 5-percepatan dan AGS menjadikannya salah satu city car paling irit sekaligus paling ramah pemula.

Dimensi ringkas 3.600 mm x 1.475 mm x 1.670–1.700 mm membuatnya lincah menembus kemacetan kota. Tangki 35 liter jadi bukti lain bahwa mobil ini memang dirancang untuk efisiensi maksimal.

Kabarnya, Suzuki sudah menyiapkan calon penerus. Nama yang paling santer disebut adalah Suzuki Fronx, model bergaya crossover yang akan mengisi slot ekspor dan meneruskan estafet keberadaan produk compact Suzuki. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *