Truk Minyak dan Batu Bara Diduga Jadi Biang Kerusakan Jalan Desa Macang Sakti–Ulak Embacang di Muba

MUBA, viralsumsel.com Kerusakan parah pada ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Macang Sakti dan Desa Ulak Embacang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), semakin memicu keresahan warga.

Jalan yang selama ini menjadi satu-satunya akses utama perekonomian masyarakat itu kini dipenuhi lubang, genangan lumpur, serta permukaan yang bergelombang akibat dilintasi angkutan batu bara dan angkutan minyak ilegal dengan muatan berlebih (over load).

Menurut pantauan di lapangan, sejumlah truk pengangkut batu bara dan kendaraan yang membawa minyak ilegal diduga rutin melintas dengan berat muatan jauh di atas batas tonase.

Kondisi tersebut membuat struktur jalan tidak mampu menahan beban sehingga mengalami kerusakan signifikan dalam waktu singkat.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa beberapa kendaraan bahkan mengangkut puluhan drum minyak ilegal dalam sekali perjalanan.

Ruas jalan dari Desa Ulak Embacang menuju Macang Sakti, khususnya di Dusun I, sekarang rusak parah. Lubangnya besar-besar dan jalan berubah seperti kubangan lumpur.

Baca Juga :  Cepat Tanggap, Operasi Rutin Lalin Dishub Muba Evakuasi Truk Terguling

Ini jelas akibat angkutan minyak ilegal yang membawa muatan tak wajar. Ada truk yang lewat membawa 50 drum minyak sekaligus. Mana mungkin jalan ini bertahan?” ujarnya.

Ia menambahkan, kerusakan juga terjadi pada jalur yang sebelumnya merupakan jalan provinsi, yakni akses Desa Macang Sakti menuju Desa Keban.

Jalan tersebut kini telah diambil alih pengelolaannya oleh Pemerintah Kabupaten Muba namun kondisinya justru rusak total. Penyebab utamanya diduga berasal dari aktivitas angkutan batu bara milik salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Perusahaan itu sudah punya jalan khusus sendiri sekarang. Tapi jalan umum yang rusak akibat aktivitas mereka dibiarkan begitu saja, tanpa ada tanggung jawab maupun perbaikan dari pihak terkait,” keluhnya.

Padahal, Desa Macang Sakti dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kontribusi sumber daya alam yang cukup besar di Muba, mulai dari minyak bumi, batu bara, hingga menghasilkan DBH yang berasal dari sektor migas dan pajak mineral.

Baca Juga :  Wagub Cik Ujang Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Sumsel Berikan Data Akurat untuk Pembangunan

Masyarakat berharap pemerintah daerah turun tangan dengan tegas menertibkan angkutan minyak ilegal dan angkutan batu bara yang tidak memiliki izin serta membawa muatan di atas kapasitas.

Mereka menilai kerusakan jalan yang berulang hanya terjadi karena lemahnya pengawasan dan penegakan aturan tonase di jalur tersebut.

Muba memang sempat mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Gubernur sebesar Rp 15 miliar. Jalan di sekitar simpang PT Pinago memang diperbaiki, tapi kesannya justru mempermudah angkutan batu bara lewat.

Sementara jalan yang sudah rusak bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan. Kami berharap Dishub Muba bertindak tegas menertibkan angkutan tambang nakal agar tidak terus merusak jalan umum,” tandasnya. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *