
viralsumsel.com, JAKARTA – VinFast memilih langkah hati-hati sebelum terjun penuh ke segmen mobil listrik mungil Indonesia. Pada ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 di ICE BSD. Merek asal Vietnam itu memajang Minio Green bukan untuk langsung dijual, melainkan sebagai alat tes pasar.
“Jadi kita tes pasar dulu, mengumpulkan beberapa masukan,” ujar CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto.
Kariyanto menegaskan pameran Minio Green bertujuan memetakan minat konsumen terhadap EV berukuran kompak serta memahami ekspektasi mereka sebelum mengambil keputusan komersial. Selain itu, VinFast juga sedang mengumpulkan data untuk menentukan harga ideal bagi pasar Indonesia.
“Yang paling penting kita juga lihat kompetisinya. Di segmen ini seperti apa, karena biasanya di event seperti sekarang banyak brand meluncurkan produk baru,” lanjutnya.
VinFast menyadari segmen EV kecil di Indonesia tengah ramai oleh pemain baru. Untuk itu, pendekatan “test the water” dianggap penting agar Minio Green bisa diterima secara luas, tanpa langkah yang terlalu tergesa.
Secara legal, desain Minio Green sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui Berita Resmi Desain Industri No. 32/DI/2025, diajukan dengan nomor A00202502638 atas nama VinFast Trading and Production Joint Stock Company dari Vietnam.
Dari sisi spesifikasi, Minio Green mengusung motor listrik 20 kW (26 hp) dengan torsi 65 Nm. Baterai 18,5 kWh diklaim mampu membawa mobil ini melaju hingga 210 km dalam sekali pengisian.
Soal harga, VinFast memastikan posisinya akan dibuat sangat terjangkau, bahkan lebih rendah dibanding model VF3 yang dijual dengan skema baterai subscription seharga Rp 156 juta (promo Rp 152 juta).
“Tentu Minio akan di bawah itu,” kata Kariyanto menegaskan.
Terkait kapan mobil tersebut akan dipasarkan, VinFast menyebut kemungkinan awal 2026. Namun demikian, semua tergantung riset pasar.
“Rencananya begitu, tetapi kapannya nanti kita akan umumkan lagi,” tutupnya. (mel)











