SLEMAN, viralsumsel.com – Keberhasilan Garudayaksa FC menjuarai Pegadaian Championship ternyata bukan semata soal keberuntungan. Pelatih Widodo Cahyono Putro mengungkap bahwa skenario adu penalti sudah dipersiapkan jauh sebelum partai final menghadapi PSS Sleman.
Pada laga final yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5) malam, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 90 menit waktu normal. Pertandingan berlanjut ke babak tambahan 2×15 menit, namun skor tetap tidak berubah sehingga juara harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Dalam momen menegangkan tersebut, Garudayaksa FC tampil lebih tenang dan efektif. Empat dari lima algojo mereka sukses menjalankan tugas, sementara dua eksekutor PSS gagal menaklukkan penjaga gawang lawan.
Widodo Cahyono Putro atau yang akrab disapa WCP menegaskan, timnya memang sudah memprediksi final akan berjalan sulit dan kemungkinan berakhir lewat adu penalti sangat besar. Karena itu, sesi latihan khusus penalti rutin dilakukan jelang laga puncak.
“Kami sudah memperkirakan pertandingan final tidak akan mudah dan bisa berakhir dengan adu penalti. Karena itu, setiap sesi latihan kami siapkan skenario tersebut. Itu yang membuat para pemain tetap rileks saat eksekusi,” ujar WCP.
Mental Juara Jadi Pembeda
Meski penendang pertama Everton Nascimento gagal setelah tendangannya melambung di atas mistar, Garudayaksa tidak kehilangan fokus. Empat eksekutor berikutnya yakni Manda Cingi, Christan Frydek, Dedi Tri Maulana, dan Taufik Hidayat berhasil menuntaskan tugas dengan sempurna.
Di bawah mistar, kiper Yoewanto Stya Beny menjadi pahlawan. Ia mampu menggagalkan dua tendangan penalti pemain PSS yang dieksekusi Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins.
Keberhasilan tersebut memastikan Garudayaksa menang 6-5 dan mengangkat trofi juara.
WCP Kirim Pesan Menyentuh
Usai pertandingan, WCP tidak hanya berbicara soal kemenangan. Ia justru menyoroti pentingnya persaudaraan dalam sepak bola Indonesia.
“Tentu kami sangat bahagia bisa juara. Tapi yang paling penting dalam sepak bola bukan hanya menang atau kalah. Lebih dari itu, kita adalah saudara. Dari sepak bola kita bangun kebersamaan agar sepak bola Indonesia semakin maju,” ucapnya.
Ia juga berharap hubungan baik antara Garudayaksa FC dan PSS Sleman terus terjaga, serta kedua klub bisa berkembang lebih baik di masa depan.
Fokus ke Super League
Setelah memastikan promosi ke kasta tertinggi atau Super League musim depan, WCP mengaku belum ingin berbicara terlalu jauh soal masa depannya bersama klub.
Menurutnya, keputusan mengenai fondasi tim dan arah klub selanjutnya akan dibahas bersama manajemen dalam waktu dekat.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kapasitas Widodo Cahyono Putro sebagai salah satu pelatih berpengalaman yang mampu membawa tim tampil solid di laga besar. (bbs)










