PALEMBANG, viralsumsel.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Paripurna XXXII dengan agenda utama penyampaian laporan hasil pelaksanaan reses pimpinan dan anggota DPRD masa sidang V Tahun Anggaran 2026, Rabu (18/2/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Sumsel itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel, H. Nopianto, S.Sos., M.M., didampingi unsur pimpinan dewan lainnya. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Edward Candra, S.H., M.H., jajaran Forkopimda, anggota DPRD, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Suara Masyarakat dari 10 Dapil
Paripurna ini menjadi forum strategis karena memuat aspirasi masyarakat dari 10 daerah pemilihan (dapil) di Sumatera Selatan. Beragam isu mengemuka, mulai dari sektor pertanian, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi rakyat dan UMKM.
Laporan pertama disampaikan Romiana Hidayati dari Dapil Sumsel I. Ia menegaskan pentingnya agar hasil reses tidak berhenti sebagai laporan administratif, melainkan benar-benar menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pemerintah daerah. Aspirasi masyarakat juga menyoroti perlunya bantuan pertanian yang tepat sasaran serta program tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah ring satu agar lebih dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.
Dari Dapil II, Hj. Zaitun, S.H., M.Kn., menekankan bahwa pembangunan harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebut sektor pemerintahan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan sebagai prioritas utama yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga.
Sementara itu, Made Indrawan selaku juru bicara Dapil III menyampaikan aspirasi spesifik terkait pemerataan distribusi pupuk di wilayah Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI). Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas petani. Aspirasi lain mencakup pembangunan laboratorium komputer, sport center, hingga asrama siswa guna mendukung pengembangan generasi muda.
Laporan dapil berikutnya disampaikan secara berurutan oleh Meli Poyenda (Dapil IV), Attahirah Putri Lestari (Dapil V), M. Muaz Arrifky (Dapil VI), H. David Hadrianto, S.H. (Dapil VII), Elvarianti, S.T. (Dapil VIII), Andi Rizkiansyah (Dapil IX), dan Imam Mustakim (Dapil X). Secara umum, aspirasi yang dihimpun mencakup peningkatan jalan dan jembatan, penguatan layanan kesehatan, perbaikan fasilitas pendidikan, hingga pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
Jadi Bahan Perencanaan Pembangunan
Dalam sambutannya, Nopianto menjelaskan bahwa pelaksanaan reses telah diatur melalui Surat Pimpinan DPRD Sumsel Nomor 66 Tahun 2026 tertanggal 2 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilakukan oleh anggota DPRD sesuai dapil masing-masing yang terbagi dalam 10 kelompok, sehingga seluruh wilayah Sumsel dapat terakomodasi.
Ia menegaskan bahwa laporan reses merupakan kewajiban anggota dewan sebagaimana diatur dalam Peraturan DPRD Sumsel Nomor 19 Tahun 2025 tentang Tata Tertib DPRD.
“Hasil reses ini akan menjadi masukan penting bagi kepala daerah dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujar Nopianto.
Sementara itu, Sekdaprov Sumsel Edward Candra yang hadir mewakili Gubernur Sumsel menyampaikan apresiasi atas laporan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menelaah seluruh aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan prioritas pembangunan dan kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, paripurna ini merupakan jalur formal yang memastikan suara masyarakat benar-benar sampai kepada pemerintah serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan.
Dengan penyampaian laporan hasil reses tersebut, DPRD Sumsel berharap aspirasi masyarakat dari 10 dapil dapat diakomodasi secara konkret, sehingga pembangunan di Sumatera Selatan semakin merata, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan riil warga. (win)






