PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Tangis duka menyelimuti keluarga Adinda Dhea Puji Lestari (21), perempuan yang ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga berkaitan dengan aksi begal di kawasan Jalan Musi II, Palembang.
Kepergian Adinda menjadi pukulan berat bagi sang ayah, Asiri (63). Terlebih, dalam beberapa bulan terakhir, keluarga tersebut kembali harus menghadapi kehilangan orang terdekat setelah ibu Adinda meninggal dunia sekitar empat bulan sebelum kejadian.
Adinda diketahui bekerja di salah satu gerai ramen yang berada di Palembang Indah Mall (PIM). Pada hari kejadian, aktivitas korban semula berjalan seperti biasa. Tidak ada yang menyangka perjalanan pulang dari tempat kerja justru menjadi akhir dari hidup perempuan berusia 21 tahun tersebut.
Ayah korban, Asiri, mengungkapkan bahwa Adinda berangkat bekerja sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, putrinya pulang ke rumah sekitar pukul 18.00 WIB.
Setibanya di rumah, Adinda sempat mandi, memasak dan makan. Namun, belum lama menikmati waktu di rumah, korban kembali menerima telepon dari tempatnya bekerja. Menurut keterangan yang diterima keluarga, Adinda diminta kembali ke tempat kerja karena ada kegiatan pembersihan sekaligus persiapan menyambut kedatangan pihak tertentu.
Adinda kemudian berangkat lagi ke tempat kerjanya pada malam hari. Setelah seluruh kegiatan selesai, korban disebut meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah sekitar tengah malam.
Ayah Menunggu hingga Dini Hari
Asiri mengatakan dirinya sudah terbiasa menunggu Adinda apabila putrinya bekerja hingga larut malam. Karena itu, pada malam tersebut ia masih terjaga dan menantikan kepulangan anaknya.
Korban diperkirakan mulai melakukan perjalanan pulang sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, waktu terus berjalan dan Adinda tak kunjung tiba di rumah. Rasa khawatir mulai muncul ketika keberadaan putrinya tidak kunjung diketahui. Sekitar pukul 02.00 WIB, Asiri mencoba menghubungi telepon seluler Adinda.
Panggilan tersebut sempat tersambung. Namun, komunikasi tidak berlangsung lama karena sambungan kemudian terputus. Sejak saat itu, kekhawatiran Asiri semakin besar. Ia masih menunggu hingga sekitar pukul 03.30 WIB. Pada waktu tersebut, sejumlah petugas kepolisian datang ke rumahnya.
Kedatangan polisi membuat suasana semakin mencekam. Petugas menanyakan mengenai telepon seluler milik Adinda sekaligus memastikan identitas Asiri sebagai ayah korban.
Asiri kemudian diminta ikut bersama petugas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut, Asiri baru mengetahui kabar paling memilukan. Putrinya telah meninggal dunia.
Asiri mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa anaknya sebelum mendapat informasi dari petugas. Ia hanya mengetahui bahwa dirinya diminta datang ke rumah sakit dan kemudian diberi tahu bahwa Adinda telah meninggal.
Polisi Disebut Telah Mengamankan Satu Orang
Informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan Adinda diduga menjadi korban aksi begal. Peristiwa tersebut kemudian ditangani aparat kepolisian untuk mengungkap secara terang kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Sekitar pukul 10.00 WIB, keluarga mendapat informasi bahwa polisi telah mengamankan satu orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.
Meski demikian, pihak keluarga mengaku belum bertemu langsung dengan orang yang diamankan. Mereka juga belum mengetahui secara lengkap identitas maupun motif dari peristiwa yang menyebabkan Adinda meninggal dunia.
Dari informasi keluarga, sepeda motor milik Adinda diketahui hilang setelah kejadian. Sementara sejumlah barang lainnya, termasuk tas dan surat kendaraan, masih ditemukan. Telepon seluler milik korban juga disebut ditemukan dalam posisi terpisah dari lokasi ditemukannya korban.
Keluarga turut melihat adanya sejumlah luka pada tubuh Adinda, terutama di bagian wajah dan sekitar telinga. Adapun bagian tubuh lainnya disebut relatif tidak menunjukkan luka yang terlihat.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan dari pihak keluarga bahwa Adinda mungkin mengalami kekerasan sebelum ditemukan. Namun, dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai fakta dan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian serta pemeriksaan medis. Karena itu, keluarga menyerahkan pengungkapan penyebab kematian dan rangkaian kejadian sepenuhnya kepada aparat berwenang.
Ayah Minta Kasus Diusut hingga Tuntas
Di tengah rasa kehilangan yang begitu besar, Asiri berharap kasus yang menimpa putrinya dapat ditangani secara serius hingga seluruh rangkaian peristiwa terungkap.
Ia tidak ingin mengambil tindakan di luar proses hukum. Menurutnya, apabila orang yang telah diamankan polisi nantinya terbukti terlibat, maka yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.
Asiri juga menyatakan tidak memiliki kepentingan untuk melakukan pertemuan khusus dengan pihak yang diduga terlibat. Baginya, proses hukum yang berjalan secara transparan dan keadilan bagi putrinya menjadi hal yang paling utama.
Ia memilih menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum dan berharap setiap fakta dapat diungkap berdasarkan hasil penyelidikan serta bukti yang ada.
Kehilangan Adinda semakin terasa berat karena perempuan berusia 21 tahun itu merupakan anak ketiga dari empat bersaudara.
Dua kakaknya telah berkeluarga, sedangkan adik laki-laki Adinda diketahui bekerja di Malaysia. Selama ini, Asiri dan Adinda tinggal bersama di rumah.
Dengan demikian, kepergian Adinda membuat Asiri kembali menghadapi kehilangan besar dalam waktu yang relatif singkat. Sebelumnya, ia telah kehilangan istrinya sekitar empat bulan lalu.
Meski terpukul, Asiri berusaha menerima kenyataan tersebut. Ia menyerahkan apa yang terjadi kepada Tuhan sembari berharap proses hukum mampu memberikan jawaban atas peristiwa yang merenggut nyawa putrinya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas pada malam hari. Terutama bagi pekerja yang harus melakukan perjalanan pulang setelah menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam.
Namun, keluarga berharap masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri terkait kasus tersebut sebelum hasil penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan medis keluar. Pengungkapan fakta secara menyeluruh diperlukan agar perkara ini dapat diproses berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. (bbs/ion)






