Aturan Mendadak Asian Games 2026 Bikin Timnas Indonesia Terancam Tersingkir, KOI: Ini Tidak Fair!

viralsumsel.com, JAKARTA– Indonesia melontarkan protes keras setelah muncul aturan baru yang berpotensi membuat tim sepakbola nasional gagal tampil di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menilai kebijakan tersebut merugikan banyak negara dan meminta tuan rumah tidak mengambil keputusan sepihak.

Perubahan regulasi itu berasal dari Olympic Council of Asia (OCA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang berencana membatasi jumlah peserta cabang sepak bola menjadi hanya 16 negara. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan total sekitar 45 negara anggota OCA yang selama ini berpeluang ikut serta.

Yang menjadi sorotan, penentuan peserta tidak melalui babak kualifikasi seperti biasanya. Sebaliknya, hanya 16 tim yang lolos ke Piala Asia U-23 2026 yang akan otomatis tampil di Asian Games. Sistem ini dinilai menutup kesempatan bagi banyak negara, termasuk Indonesia, untuk berpartisipasi.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menegaskan Indonesia sudah menyampaikan keberatan secara resmi. Ia menilai perubahan mendadak tanpa mekanisme kualifikasi merupakan keputusan yang tidak adil dan berpotensi merugikan banyak negara.

Baca Juga :  SEA Games : Turunkan Roster Piala Asia, Timnas 3X3 Putri Yakin Lebih Baik dari Capaian di Hanoi

“Oh, iya, pasti (protes) dong. Kan dengan dibikinnya grading yang tanpa kualifikasi, sehingga tiba-tiba hanya 16 yang ikut, berarti kan sisanya enggak ikut dari 45 negara, gitu,” ujar Raja Sapta Oktohari di Kantor Kemenpora.

Menurut Okto, sepak
bola merupakan cabang olahraga dengan basis penggemar terbesar di Asian Games. Untuk itu, pembatasan peserta secara drastis tanpa seleksi terbuka dinilai mengurangi semangat kompetisi dan merugikan negara-negara yang selama ini rutin berpartisipasi.

“Nah, yang sisanya itu kan merasa dirugikan. Padahal fanbase-nya kalau untuk Asian Games pasti banyak dari sepak bola, gitu. Nah ini suaranya sama dengan negara-negara yang lain,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan tuan rumah Asian Games 2026 agar tidak membuat kebijakan secara sepihak tanpa mempertimbangkan kepentingan seluruh anggota. Okto menegaskan setiap perubahan harus disosialisasikan dengan jelas dan dilakukan secara adil.

“Ini kan tidak biasa, biasanya di Asian Games itu semuanya ikut. Nah, apakah ini diambil karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal yang lain. Tetapi, sosialisasinya itu harus sampai sama kita dan itu harus fair,” kata Okto.

Baca Juga :  Manchester United Resmi Pecat Ruben Amorim

KOI pun memastikan akan terus menyuarakan keberatan ini bersama federasi sepakbola negara lain di Asia. Komunikasi dengan OCA juga masih berlangsung, sembari menunggu keputusan resmi terkait kepastian format cabang sepak bola di Asian Games 2026.

“Yang pasti, tuan rumah itu tidak boleh semena-mena, gitu. Jadi banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dilihat dan kami akan terus menyuarakan. Bukan hanya kepada PSSI, bukan hanya dengan PSSI, tetapi juga dengan federasi sepak bola lainnya yang ada di Asia,” tegasnya.

Indonesia berharap keputusan akhir nantinya mempertimbangkan prinsip keadilan dan memberi kesempatan yang setara bagi seluruh negara peserta, bukan hanya sebagian kecil tim saja.

“Kami masih tunggu (keputusan) yang official, gitu. Kita enggak mau secara informal. Tapi kalau secara informal, kan Presiden OCA sekarang dari Qatar dan kami sudah komunikasi juga,” tutup Okto. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *