Belum Mau Kembali? Anggoro Ungkap Beban Berat di Balik Sriwijaya FC

PALEMBANG, viralsumsel.com – Masa depan Sriwijaya FC menjelang kompetisi musim 2026/2027 kembali menjadi perhatian publik sepak bola Sumatera Selatan. CEO Digi Sport Asia sekaligus mantan Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, akhirnya angkat bicara terkait peluang dirinya kembali masuk ke jajaran manajemen klub berjuluk Elang Andalas tersebut.

Pria yang akrab disapa Goro itu mengaku hingga kini belum mengambil keputusan untuk kembali terlibat langsung dalam pengelolaan Sriwijaya FC. Setelah menjalani satu musim yang penuh tekanan bersama PT SOM, Anggoro memilih mengambil waktu untuk beristirahat sekaligus mempertimbangkan langkah berikutnya secara matang bersama keluarga.

Menurutnya, pengalaman mengelola Sriwijaya FC pada musim lalu menjadi tantangan besar, terutama karena klub harus menghadapi berbagai persoalan finansial yang cukup berat di tengah kompetisi.

“Untuk saat ini saya masih ingin berdiskusi dulu dengan keluarga dan mengambil waktu untuk beristirahat sejenak,” ujar Anggoro.

Selama menjabat Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro mengaku harus menghadapi banyak tanggung jawab besar demi menjaga stabilitas tim. Kondisi finansial klub yang tidak stabil disebut menjadi salah satu faktor yang cukup memengaruhi perjalanan Sriwijaya FC sepanjang musim.

Baca Juga :  Viral Bermain Tarkam, Winger Sriwijaya FC Sahbandi Resmi Dipecat Manajemen

Ia menilai, persoalan tunggakan klub harus menjadi prioritas utama yang segera diselesaikan sebelum Sriwijaya FC kembali melangkah menghadapi kompetisi berikutnya. Menurutnya, beban finansial yang belum terselesaikan hanya akan membuat perjalanan klub semakin berat ke depan.

“Yang paling penting sekarang adalah menyelesaikan seluruh tunggakan terlebih dahulu supaya klub tidak terus dibebani masalah lama. Kalau kondisi itu belum selesai, perjalanan tim ke depan tentu akan sangat sulit,” katanya.

Anggoro juga menilai status Sriwijaya FC yang kini bermain di Liga 3 bisa menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi manajemen maupun finansial klub.

Dengan kompetisi yang lebih panjang, menurutnya manajemen memiliki peluang lebih besar untuk mencari investor baru serta membangun fondasi klub secara bertahap agar lebih sehat dan kompetitif.

Selain itu, Anggoro turut menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter dan masyarakat Sumatera Selatan atas performa Sriwijaya FC yang mengalami penurunan pada musim lalu.

Baca Juga :  Kisah Bruno Casimir: Bek Naturalisasi yang Hanya Setengah Musim Bersama Sriwijaya FC

Ia mengungkapkan, kondisi keuangan klub sempat mengalami kesulitan serius sehingga berdampak terhadap kekuatan tim di lapangan. Bahkan pada putaran kedua kompetisi, Sriwijaya FC harus tampil dengan keterbatasan pemain akibat kondisi internal yang belum stabil.

Meski demikian, situasi perlahan membaik ketika klub mendapatkan dukungan tambahan dari investor sepak bola pada putaran ketiga. Dukungan tersebut membantu manajemen mendatangkan sejumlah pemain guna meningkatkan daya saing tim.

Anggoro berharap Sriwijaya FC dapat segera bangkit dan kembali menemukan performa terbaiknya di masa mendatang.

“Harapan saya tentu Sriwijaya FC bisa lebih baik lagi ke depannya dan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel,” ungkapnya.

Kini publik sepak bola Sumatera Selatan masih menantikan arah baru Sriwijaya FC, termasuk kepastian struktur manajemen, kesiapan finansial, hingga komposisi tim untuk menghadapi kompetisi Liga 3 musim 2026/2027. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *