Dari Pele hingga Neuer, Inilah Deretan Legenda yang Bertahan 12 Tahun Setelah Juara Piala Dunia

VIRALSUMSEL.COM – Nama Manuel Neuer kembali mencuri perhatian di panggung sepak bola dunia. Penjaga gawang veteran Jerman itu resmi mencatatkan diri dalam kelompok pemain elite yang mampu kembali tampil di Piala Dunia FIFA 12 tahun setelah merasakan gelar juara.

Momen bersejarah tersebut terjadi saat Neuer turun memperkuat Jerman pada laga pembuka Piala Dunia FIFA 2026 melawan Curacao di Houston Stadium.

Kehadirannya menambah daftar eksklusif pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia dan masih mampu bersaing di level tertinggi lebih dari satu dekade kemudian.

Neuer sebelumnya menjadi bagian penting saat Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil. Setelah sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional pada 2024, kiper berusia 40 tahun itu mengejutkan banyak pihak dengan membatalkan keputusannya pada Mei 2026 dan kembali memperkuat Der Panzer di turnamen terbesar dunia.

Pencapaian tersebut membuat Neuer menjadi pemain kesembilan dalam sejarah yang berhasil kembali tampil di Piala Dunia 12 tahun setelah merasakan gelar juara dunia.

Sergio Busquets, Generasi Emas Spanyol yang Bertahan Hingga Qatar

Sebelum Neuer, nama Sergio Busquets lebih dahulu masuk dalam daftar eksklusif tersebut. Gelandang bertahan legendaris Spanyol menjadi pemain terakhir dari generasi juara dunia 2010 yang masih tampil pada Piala Dunia Qatar 2022.

Busquets merupakan motor permainan La Roja ketika menjuarai Piala Dunia di Afrika Selatan. Dengan kemampuan membaca permainan yang luar biasa dan ketenangan dalam mengatur tempo pertandingan, ia menjadi sosok penting di lini tengah Spanyol selama lebih dari satu dekade.

Baca Juga :  Hong Myung-bo: Korea Selatan Tak Lagi Takut Bermain di Panggung Piala Dunia

Thierry Henry, Dari Juara Dunia hingga Kapten Prancis

Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, juga menjadi bagian dari kelompok pemain istimewa ini. Henry merasakan gelar juara dunia pada 1998 saat Prancis menjadi tuan rumah dan mengangkat trofi untuk pertama kalinya.

Karier internasionalnya berlanjut hingga tiga edisi Piala Dunia berikutnya. Pada Afrika Selatan 2010, Henry bahkan dipercaya memimpin Les Bleus sebagai kapten meski perjalanan timnya harus berakhir lebih cepat di fase grup.

Cafu dan Ronaldo, Simbol Kejayaan Brasil

Brasil memiliki dua wakil dalam daftar tersebut, yakni Cafu dan Ronaldo Nazario. Keduanya menjadi bagian dari skuad juara dunia Brasil pada 1994 di Amerika Serikat.

Meski masih berusia sangat muda kala itu, Cafu dan Ronaldo kemudian berkembang menjadi ikon sepak bola dunia. Mereka membawa Brasil mencapai tiga final Piala Dunia secara beruntun pada 1994, 1998, dan 2002.

Ronaldo mencapai puncak kariernya saat membawa Brasil juara pada 2002 dengan torehan gol-gol penting, termasuk dua gol di partai final melawan Jerman. Sementara Cafu mencatat sejarah sebagai salah satu kapten paling sukses dalam sejarah Selecao.

Baresi dan Massaro, Kisah Manis dan Pahit Italia

Italia juga memiliki dua nama yang masuk dalam kelompok eksklusif tersebut, yakni Franco Baresi dan Daniele Massaro.

Keduanya menjadi bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Setelah menikmati kesuksesan besar bersama AC Milan, mereka kembali tampil pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Portugal Amankan Tiket Piala Dunia 2026 Usai Melumat Armenia 9–1

Namun perjalanan mereka tidak berakhir dengan indah. Pada final melawan Brasil, Baresi dan Massaro termasuk pemain yang gagal menjalankan tugas dalam adu penalti yang akhirnya membuat Italia harus puas menjadi runner-up.

Pele, Raja Piala Dunia yang Tak Tertandingi

Nama terbesar dalam daftar ini tentu saja Pele. Legenda Brasil tersebut pertama kali menjuarai Piala Dunia saat masih berusia 17 tahun pada 1958.

Pele kemudian kembali mengangkat trofi pada 1962 sebelum menutup karier Piala Dunianya dengan gelar ketiga pada Meksiko 1970.

Hingga kini, Pele masih menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang berhasil memenangkan tiga gelar Piala Dunia dengan rentang waktu 12 tahun. Sebuah rekor yang belum mampu disamai siapa pun.

William Martinez, Pelopor dari Uruguay

Jauh sebelum era modern, bek Uruguay William Martinez telah lebih dahulu mencatatkan namanya dalam sejarah.

Martinez merupakan bagian dari skuad Uruguay yang menjadi juara dunia pada 1950. Dua belas tahun kemudian, ia kembali tampil di Piala Dunia 1962 di Chile sebagai salah satu pemain senior yang memberikan pengalaman bagi generasi baru La Celeste.

Kini, Manuel Neuer mengikuti jejak para legenda tersebut. Meski usianya tidak lagi muda, kiper Jerman itu membuktikan bahwa kualitas, pengalaman, dan dedikasi mampu membuat seorang pemain tetap relevan di level tertinggi sepak bola dunia.

Keikutsertaannya di Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar catatan statistik, tetapi juga simbol konsistensi dan ketahanan karier yang jarang dimiliki pemain sepak bola profesional. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *