PALEMBANG, viralsumsel.com – Teka-teki panjang terkait rencana pengambilalihan saham Sriwijaya FC akhirnya mulai menemui titik terang.
Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, menegaskan bahwa gagalnya proses take over klub bukan disebabkan oleh persoalan harga jual saham seperti yang selama ini beredar di publik.
Menurut Anggoro, faktor utama yang membuat negosiasi dengan calon investor sebelumnya batal terlaksana justru lebih banyak dipengaruhi oleh persoalan non-teknis. Ia memastikan bahwa dari sisi nilai transaksi, sebenarnya tidak ada kendala berarti.
“Tidak juga karena harga. Kalau soal angka, kami selalu terbuka untuk diskusi. Tidak pernah mematok harga tertentu. Apalagi dengan kondisi klub sekarang, kami jauh lebih realistis. Semua bisa dibicarakan, dan calon investor sebelumnya sebenarnya sudah tidak mempermasalahkan soal harga,” ujar Anggoro Prajesta.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan publik bahwa Sriwijaya FC memasang harga terlalu tinggi sehingga membuat investor enggan melanjutkan proses akuisisi.
CEO PT Digi Sport Asia itu menjelaskan bahwa komunikasi antara pihak investor dan manajemen klub sebenarnya sudah berjalan cukup jauh. Namun, berbagai dinamika internal serta faktor di luar teknis akhirnya membuat kesepakatan tersebut gagal terwujud.
Anggoro pun memilih tidak membuka secara rinci persoalan apa saja yang terjadi dalam proses negosiasi tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang terlibat langsung dalam pembicaraan dengan calon investor.
“Itu komunikasi langsung antara Pak Alex dengan investor. Bukan saya. Saya tidak tahu detailnya. Hanya banyak hal non-teknis saja yang akhirnya membuat proses itu tidak berjalan sesuai rencana. Saya tidak ingin menambah polemik,” jelasnya.
Rencana pengambilalihan Sriwijaya FC memang sempat mencuat kuat pada awal tahun 2026. Banyak pihak berharap masuknya investor baru bisa menjadi solusi bagi masalah finansial yang membelit klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.
Seperti diketahui, Sriwijaya FC dalam beberapa musim terakhir menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari tunggakan gaji, keterbatasan dana operasional, hingga ancaman degradasi. Kondisi ini membuat kebutuhan akan investor baru menjadi sangat mendesak.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Anggoro Prajesta kembali membawa kabar baik bagi suporter setia Sriwijaya FC. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan ada sosok pengusaha asli Sumatera Selatan yang siap mengambil alih kepemilikan klub.
“Yang akan mengambil alih Sriwijaya FC ini adalah orang asli Sumsel. Bisa disebut sebagai dewa penyelamat SFC yang segera tiba,” ungkapnya penuh optimisme.
Pernyataan itu seolah menjadi angin segar bagi masa depan Sriwijaya FC. Kehadiran investor lokal diharapkan mampu mengembalikan kejayaan klub yang pernah menjadi raksasa sepak bola Indonesia tersebut.
Kini publik Sumatera Selatan tinggal menunggu kepastian realisasi rencana take over itu. Suporter berharap proses kali ini benar-benar berjalan mulus demi menyelamatkan masa depan Sriwijaya FC. (bbs)











