Hadirnya Mobil Listrik Mulai Mengancam Industri BBM Hingga Komponen Otomotif

BYD Atto 1 Diluncurkan, Harga Terjangkau Mulai Rp 190 jutaan
BYD Atto 1 Diluncurkan, Harga Terjangkau Mulai Rp 190 jutaan. Foto : viralsumsel.com

 

viralsumsel.com, JAKARTA– Maraknya mobil listrik mulai mengancam industri BBM secara global. Bahkan di China, sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sudah tutup.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia melalui wakil menteri Yuliot Tanjung mengungkapkan 60 persen SPBU di China tutup. Pasalnya, warga China mulai beralih ke mobil listrik.

“Jadi kalau kita lihat dari SPBU yang ada di China, tutupnya sudah lebih dari 60%. Dari ini kondisi yang ada. Jadi kan kita melihat ini karena ada perubahan penggunaan energi juga, ya ini mungkin itu dampaknya adalah terhadap ini kilang-kilang secara global,” ujar Yuliot.

Kondisi tersebut, lanjutnya dikhawatirkan akan menjadi salah satu penyebab bisnis kilang perusahaan secara global ikut terdampak.

Baca Juga :  Strategi Pengiriman Hampers Lebaran 2026, Catat Waktu yang Tepat untuk Hindari Lonjakan Pengiriman

“Jadi untuk kilang global, ya mungkin itu karena ada transisi energi. Jadi kan seperti di China, itu kan mereka populasi kendaraan listrik, itu ya termasuk kendaraan pribadi, angkutan umum, sampai dengan angkutan berat, juga shipping, itu kan mereka sudah menggunakan baterai,” kata Yuliot.

Sebelum merembet ke industri BBM, hadirnya mobil listrik membuat industri komponen otomotif terancam. Gelombang PHK mulai terjadi di perusahaan komponen mobil di Indonesia.

Berdasarkan data Gaikindo, mobil listrik saat ini sudah mengambil pangsa pasar hampir 10 persen. Mobil listrik yang dijual di Indonesia itu mayoritas statusnya masih diimpor utuh.

Ditambah lagi, kebijakan pemerintah yang memberikan insentif untuk impor mobil listrik. Langkah ini diyakini bisa mempercepat penetrasi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Baca Juga :  Apakah Orang Biasa Perlu Manajemen Reputasi?

Namun, di sisi lain, pelaku industri menilai insentif justru berpotensi menggerus daya saing industri otomotif lokal yang selama ini telah berinvestasi besar di Tanah Air.

Dampaknya, kini penurunan penjualan ini sudah terasa pada rantai pemasok. Angka penjualan terus menurun, ditambah impor mobil listrik dengan harga kompetitif. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *