PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menggagas pembentukan organisasi nasional yang akan menjadi wadah bagi seluruh anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Indonesia. Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi, profesionalisme, sekaligus meningkatkan peran Satlinmas dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Tak hanya itu, Herman Deru juga mengusulkan agar Sumatera Selatan menjadi lokasi pelaksanaan deklarasi nasional organisasi Satlinmas. Menurutnya, momentum tersebut akan menjadi tonggak penting lahirnya organisasi induk yang selama ini belum dimiliki oleh para anggota Satlinmas di seluruh Indonesia.
Gagasan tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima kunjungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma, di Griya Agung Palembang, Selasa (21/7/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan itu membahas langkah konkret pembentukan organisasi nasional Satlinmas sekaligus penguatan peran anggotanya dalam mendukung pembangunan di daerah hingga tingkat desa.
Herman Deru mengatakan dirinya bersyukur dapat berdiskusi langsung mengenai pembentukan organisasi yang nantinya menjadi payung resmi bagi jutaan anggota Satlinmas di Indonesia.
Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut sangat penting mengingat Satlinmas selama ini memiliki tugas strategis membantu pemerintah dalam menjaga ketertiban masyarakat, penanggulangan bencana, hingga mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Alhamdulillah, kita dapat bersilaturahmi sekaligus membahas pembentukan wadah organisasi Satlinmas. Sumsel dan Bangka Belitung menjadi bagian dari struktur awal organisasi ini dan saya menyambut baik inisiatif tersebut,” ujar Herman Deru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendorong lahirnya gagasan tersebut, khususnya Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan RI Prof. Reda Manthovani serta Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Menurut Herman Deru, selama ini hampir seluruh profesi pemerintahan memiliki organisasi yang menaungi anggotanya.
Namun, Satlinmas yang memiliki jaringan hingga pelosok daerah, termasuk kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), justru belum memiliki organisasi induk di tingkat nasional.
“Kalau gubernur memiliki organisasi, bupati juga ada organisasinya. Satlinmas yang bertugas hingga ke wilayah 3T justru belum memiliki wadah nasional. Mudah-mudahan organisasi ini nantinya mampu meningkatkan semangat pengabdian sekaligus profesionalisme anggota Satlinmas,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan, Herman Deru juga mengusulkan agar deklarasi nasional organisasi Satlinmas dilaksanakan di Sumatera Selatan dengan melibatkan sejumlah provinsi di wilayah Sumatera, seperti Lampung, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, serta Sumatera Selatan sebagai tuan rumah.
Ia berharap deklarasi tersebut menjadi momentum bersejarah sekaligus kabar menggembirakan bagi seluruh anggota Satlinmas di Indonesia.
Selain membahas pembentukan organisasi, pertemuan tersebut juga menghasilkan gagasan peluncuran Gerakan Indonesia Asri, sebuah program nasional yang bertujuan membangun budaya pemilahan sampah dari tingkat masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma, menjelaskan bahwa Satlinmas akan menjadi garda terdepan dalam menjalankan gerakan tersebut di berbagai daerah.
“Kami membahas Gerakan Pilah Sampah menuju Indonesia Asri. Satlinmas akan menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari lingkungan terkecil. Insyaallah gerakan ini akan dimulai dari Sumatera Selatan untuk kemudian berkembang ke seluruh Indonesia,” jelas Adhitya.
Ia menilai kepemimpinan Herman Deru memiliki peran besar dalam lahirnya gagasan pembentukan organisasi nasional Satlinmas.
Menurutnya, ide tersebut merupakan pemikiran yang orisinal dan memiliki nilai strategis dalam memperkuat posisi Satlinmas sebagai mitra pemerintah di tengah masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Herman Deru yang menjadi inisiator utama lahirnya organisasi Satlinmas tingkat nasional. Gagasan ini sangat visioner dan diharapkan mampu memperkuat eksistensi Satlinmas di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Adhitya berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pembentukan organisasi tersebut sekaligus menyukseskan Gerakan Indonesia Asri sebagai upaya bersama menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan adanya organisasi nasional Satlinmas serta peluncuran Gerakan Indonesia Asri, diharapkan peran Satlinmas tidak hanya semakin kuat dalam bidang perlindungan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak kepedulian lingkungan demi mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan asri. (Win)












