OGAN ILIR, viralsumsel.com – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk kembali memahami makna pengorbanan, keikhlasan, ketakwaan, serta kepedulian terhadap sesama.
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir, Wahyudi, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Idul Adha bukan hanya sebagai momentum menjalankan ibadah kurban, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Mewakili pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Wahyudi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M kepada seluruh masyarakat.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga momentum hari raya ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat untuk terus berbagi serta peduli terhadap sesama. Mohon maaf lahir dan batin,” ujar Wahyudi.
Menurut Wahyudi, Idul Adha memiliki nilai keteladanan yang sangat kuat melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Keduanya memberikan pelajaran tentang keteguhan iman, ketaatan kepada Allah SWT, serta keikhlasan dalam menjalankan perintah-Nya.
Nilai tersebut, kata dia, tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat modern. Pengorbanan tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang bersifat materi, tetapi juga dapat dilakukan melalui tindakan nyata untuk membantu orang lain dan mengutamakan kepentingan bersama.
“Semangat berkurban hendaknya tidak berhenti setelah pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai keikhlasan dan kepedulian itu terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Makna Kurban dan Semangat Berbagi
Idul Adha selama ini identik dengan pelaksanaan ibadah kurban. Namun, di balik ibadah tersebut terdapat pesan sosial yang sangat besar, terutama mengenai pentingnya berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pembagian daging kurban menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Masyarakat yang memiliki kemampuan dapat berbagi dengan keluarga, tetangga, maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Wahyudi, semangat berbagi tersebut seharusnya tidak hanya berlangsung pada momentum Idul Adha. Kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana, seperti membantu tetangga yang mengalami kesulitan, ikut bergotong royong, hingga memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Semangat tersebut dinilai penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Sebab, kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dipengaruhi oleh kuatnya hubungan sosial dan rasa solidaritas antarmasyarakat.
“Ketika kepedulian dan gotong royong terus terjaga, masyarakat akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai persoalan secara bersama-sama. Inilah nilai yang perlu kita rawat dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Perkuat Silaturahmi dan Kerukunan
Momentum Idul Adha juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi. Hari raya mempertemukan keluarga, tetangga, sahabat, dan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Pertemuan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sekaligus membuka kesempatan untuk saling memaafkan. Dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga hubungan baik menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan harmonis.
Wahyudi mengajak masyarakat Ogan Ilir untuk terus menjaga persatuan serta menghindari berbagai hal yang dapat memicu perpecahan.
Menurutnya, kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran besar melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, membantu sesama, dan menjaga komunikasi di lingkungan masing-masing.
“Persaudaraan harus terus kita jaga. Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat, tetapi jangan sampai menjadi penghalang untuk saling membantu dan membangun daerah bersama-sama,” tuturnya.
Idul Adha Jadi Momentum Refleksi
Lebih jauh, Wakil Ketua I DPRD Ogan Ilir itu menilai Idul Adha juga menjadi waktu yang tepat bagi setiap individu untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri.
Nilai pengorbanan mengajarkan manusia tentang keikhlasan. Nilai ketakwaan mengingatkan umat untuk senantiasa menjalankan perintah Allah SWT, sedangkan semangat berbagi mengajarkan pentingnya memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar.
Wahyudi berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya muncul ketika Hari Raya Idul Adha tiba, tetapi dapat menjadi bagian dari perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Apalagi, masih terdapat masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan dan membutuhkan perhatian dari lingkungan sekitarnya. Karena itu, kepedulian sekecil apa pun dinilai memiliki arti penting bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Kebersamaan dan gotong royong juga menjadi modal sosial dalam mendukung pembangunan Kabupaten Ogan Ilir. Pemerintah memiliki peran dalam menjalankan berbagai program pembangunan, namun keberhasilannya tetap membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat.
Masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama akan lebih mudah membangun lingkungan yang harmonis sekaligus menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama.
Wahyudi bersama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir pun berharap momentum Idul Adha 1447 Hijriah dapat membawa energi positif bagi masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga kerukunan.
“Semoga Idul Adha tahun ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan keikhlasan, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan kebersamaan, insyaallah Ogan Ilir akan semakin harmonis dan sejahtera,” pesan Wahyudi.
Peringatan Idul Adha 1447 H/2026 M diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
Semangat pengorbanan, keikhlasan, persaudaraan, dan kepedulian diharapkan terus hidup di tengah masyarakat Ogan Ilir, sehingga kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Mohon maaf lahir dan batin. (bbs/ion)






