Luka Modric Tegaskan Kroasia Pulang dengan Kepala Tegak Meski Disingkirkan Portugal

VIRALSUMSEL.COM – Perjalanan Kroasia di Piala Dunia FIFA 2026 memang harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Namun di balik kekalahan tipis 1-2 dari Portugal pada babak 32 besar, Vatreni meninggalkan turnamen dengan kebanggaan dan harga diri yang tetap terjaga.

Bertanding di Toronto Stadium yang dipenuhi puluhan ribu penonton, Kroasia memberikan perlawanan sengit hingga detik-detik terakhir. Meski akhirnya gagal melangkah ke babak 16 besar, semangat juang yang ditunjukkan skuad asuhan Zlatko Dalic mendapat apresiasi, bahkan dari lawan mereka sendiri.

Atmosfer pertandingan berlangsung luar biasa sejak awal. Intensitas permainan tinggi, dukungan suporter yang bergemuruh tanpa henti, serta drama yang tersaji sepanjang laga menjadikan duel Portugal kontra Kroasia sebagai salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur Piala Dunia 2026.

Namun setelah peluit panjang berbunyi, suasana ruang ganti Kroasia dipenuhi rasa kecewa. Para pemain bahkan memilih bertahan hampir dua jam sebelum meninggalkan stadion, mencoba menerima kenyataan pahit bahwa perjalanan mereka di Amerika Utara telah berakhir.

Bek Kroasia, Marin Pongracic, mengakui kekecewaan menjadi emosi yang paling dominan usai pertandingan. Meski demikian, ia menilai timnya tetap layak bangga karena mampu menunjukkan performa yang jauh lebih baik pada babak kedua.

Menurutnya, Kroasia berhasil memperlihatkan kualitas permainan yang selama ini menjadi identitas mereka. Meski hasil akhir tidak berpihak, semangat dan kualitas permainan yang ditampilkan menjadi sesuatu yang patut dihargai.

Baca Juga :  Wakil Walikota Fitrianti Agustinda Resmi Pimpin E-Sport Palembang

Kapten tim, Luka Modric, juga menunjukkan sikap yang sama. Gelandang veteran tersebut menolak membahas masa depannya bersama tim nasional Kroasia dan lebih memilih fokus pada perjuangan timnya sepanjang turnamen.

Bagi Modric, tidak ada alasan untuk menundukkan kepala. Ia menegaskan bahwa Kroasia telah memberikan segalanya di lapangan dan layak meninggalkan turnamen dengan penuh kebanggaan.

Pernyataan sang kapten sejalan dengan pandangan banyak penggemar yang memenuhi Toronto Stadium. Sebanyak 43.036 penonton menyaksikan bagaimana Kroasia bangkit setelah jeda dan memberikan tekanan besar kepada Portugal.

Pencetak gol kemenangan Portugal, Goncalo Ramos, bahkan mengakui timnya mendapat perlawanan luar biasa dari Kroasia, terutama pada babak kedua. Menurutnya, semangat juang dan determinasi para pemain Kroasia membuat Portugal harus bekerja sangat keras untuk mengamankan kemenangan.

Kroasia Tetap Menjadi Tim Turnamen

Meski gagal melanjutkan langkah di Piala Dunia 2026, reputasi Kroasia sebagai salah satu tim turnamen terbaik dunia tetap terjaga.

Dalam dua edisi sebelumnya, mereka berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi runner-up di Rusia 2018 dan menembus semifinal di Qatar 2022. Konsistensi tersebut membuat Kroasia selalu diperhitungkan di panggung sepak bola dunia.

Baca Juga :  Pedro Pasculli Kenang Kehebatan Maradona di Piala Dunia 1986, Yakin Argentina Bisa Pertahankan Gelar pada 2026

Bek sayap Josip Stanisic menilai timnya telah menunjukkan karakter sesungguhnya saat menghadapi Portugal. Ia mengakui ada faktor keberuntungan yang belum berpihak kepada Kroasia dalam pertandingan tersebut.

Menurut Stanisic, respons tim pada babak kedua sangat positif. Namun dalam pertandingan sebesar Piala Dunia, sedikit keberuntungan sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Sementara itu, pelatih Zlatko Dalic mengungkapkan kebanggaannya terhadap mentalitas para pemain. Ia menegaskan Kroasia terus berjuang hingga menit terakhir dan tidak pernah menyerah meski sempat berada dalam posisi sulit.

Gelandang muda Petar Sucic menambahkan bahwa saat turun minum, seluruh pemain sepakat untuk tampil lebih berani dan menunjukkan karakter yang lebih kuat. Hasilnya terlihat jelas di babak kedua ketika Kroasia mampu mengimbangi permainan Portugal.

Sucic bahkan meyakini timnya memiliki kualitas untuk melangkah jauh di turnamen ini. Meski gagal mewujudkannya, ia percaya Portugal memiliki peluang besar mencapai final karena mampu mengatasi perlawanan Kroasia yang begitu tangguh.

Kekalahan ini memang mengakhiri perjalanan Vatreni di Piala Dunia 2026. Namun seperti yang ditegaskan Luka Modric, Kroasia meninggalkan turnamen dengan kepala tetap tegak, membawa pulang kebanggaan atas perjuangan dan semangat yang mereka tunjukkan di atas lapangan. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *