
viralusumsel.com, JAKARTA – Pemerintah pusat mulai merancang penyediaan hunian sementara (Huntara) bagi ribuan keluarga yang kehilangan rumah akibat banjir dan longsor yang melanda beberapa provinsi di Sumatra sejak akhir November. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan lokasi Huntara akan diprioritaskan di 52 kabupaten/kota yang paling parah terdampak.
Menurut Nusron, pemerintah daerah diminta menyediakan lahan yang bisa dipakai dalam waktu cepat. Namun bila kemampuan pemda terbatas, pemerintah telah menyiapkan langkah cadangan dengan meminjam sebagian area milik swasta.
“Kalau lahan di 52 daerah itu tidak memenuhi syarat, kami akan meminta pemegang HGU di sekitar wilayah bencana untuk memberikan sebagian areanya sebagai lokasi Huntara,” ujar Nusron saat ditemui di Hotel Mulia, Rabu (10/12).
Ia menjelaskan, lahan HGU yang dimaksud merupakan tanah negara yang dipergunakan oleh pelaku usaha, mulai dari perkebunan kopi hingga sawit. Dalam situasi darurat, kata Nusron, aspek kemanusiaan dan keselamatan masyarakat harus mengalahkan kepentingan ekonomi.
Penggunaan Huntara diperkirakan berlangsung antara 2 hingga 3 tahun, menyesuaikan fase tanggap darurat dan rekontruksi. Setelah masa pemulihan selesai, lahan swasta yang dipinjam akan dikembalikan seperti semula.
Nusron menyebut pemerintah memasuki tahap pemetaan kebutuhan lahan. Kebutuhan setiap wilayah berbeda signifikan. Di Aceh misalnya, satu kabupaten bisa membutuhkan 200-300 hektare untuk menampung warga yang kehilangan rumah.
“Daerah dengan tingkat kerusakan lebih ringan tentu tidak memerlukan lahan sebesar itu,” jelas Nusron. (mel)






