Sekayu, viralsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengikuti kegiatan Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual dan diikuti dari Ruang Rapat Randik Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas tata kelola perencanaan dan penganggaran di lingkungan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda Muba Alva Elan hadir mewakili Toha Tohet, didampingi sejumlah pejabat perangkat daerah. Turut hadir Kepala Dinas Perikanan Muba Sunaryo, Plt Kepala Dinas Sosial Deny, Sekretaris BPKAD Zukashmir, serta perwakilan dari beberapa organisasi perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan proses perencanaan pembangunan daerah.
Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Supriyadi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa evaluasi terhadap perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020.
Menurutnya, kegiatan evaluasi tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dilakukan secara berkualitas, terarah, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan di daerah.
“Evaluasi perencanaan dan penganggaran dilakukan setiap tahun. Dari hasil evaluasi sebelumnya, masih terdapat sejumlah pola permasalahan yang relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga perlu terus diperbaiki,” ungkap Supriyadi.
Ia menekankan bahwa kualitas perencanaan dan penganggaran memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan pemanfaatan sumber daya daerah, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia, dapat berjalan secara optimal.
Selain itu, perencanaan pembangunan juga berkaitan erat dengan komitmen kepala daerah dalam merealisasikan berbagai program pembangunan yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
Menurut Supriyadi, perencanaan yang matang dan penganggaran yang tepat akan memastikan bahwa program-program pemerintah dapat berjalan secara efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pada tahun 2026 ini, BPKP memfokuskan evaluasi pada lima sektor prioritas pembangunan nasional, yakni sektor pendidikan, pengentasan kemiskinan, kesehatan, penanganan stunting, serta ketahanan pangan.
Kelima sektor tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan sekaligus mendukung visi besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Supriyadi juga menjelaskan bahwa proses evaluasi terhadap perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah di seluruh Sumatera Selatan akan berlangsung hingga Juni 2026.
Sementara itu, Asisten II Setda Muba Alva Elan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh BPKP Sumatera Selatan.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan serta pengelolaan anggaran daerah.
“Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menyambut baik evaluasi yang dilakukan oleh BPKP. Ini merupakan kesempatan bagi kami untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Alva, Pemkab Muba memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, khususnya dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Melalui evaluasi tersebut, pemerintah daerah juga berharap memperoleh berbagai masukan konstruktif yang dapat dijadikan dasar dalam memperbaiki sistem perencanaan dan penganggaran di masa mendatang.
“Dengan adanya evaluasi ini, kami berharap pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin dapat berjalan lebih terarah serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (dev)







