PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memperkuat kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi kota.
Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan kegiatan silaturahmi sekaligus tindak lanjut kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Palembang dan UMP.
Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si., mengatakan kerja sama yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut perlu diterjemahkan dalam bentuk program yang lebih spesifik di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurut Ratu Dewa, terdapat tiga substansi utama yang menjadi fokus dalam kerja sama tersebut, yakni bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM dan penelitian.
“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada MoU, tetapi harus ditindaklanjuti secara konkret oleh OPD sesuai dengan bidang masing-masing,” kata Ratu Dewa.
Dorong Penelitian untuk Cari Solusi Persoalan Kota
Ratu Dewa menilai keterlibatan kalangan akademisi menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan perkotaan.
Karena itu, ia mendorong UMP untuk terlibat lebih jauh dalam kegiatan penelitian bersama Pemkot Palembang. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam merumuskan solusi maupun kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai dapat mempertemukan kebutuhan praktis di lapangan dengan kajian akademis. Dengan demikian, berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat memperoleh dukungan data dan penelitian yang lebih terarah.
Selain penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM aparatur juga menjadi salah satu perhatian dalam kerja sama tersebut.
Targetkan Pengajar S-2 di Setiap SD dan SMP
Di sektor pendidikan, Pemkot Palembang memiliki kebijakan agar setiap sekolah tingkat SD maupun SMP setidaknya memiliki satu pengajar dengan kualifikasi pendidikan Strata 2 (S-2).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik sekaligus mutu pendidikan di Kota Palembang.
Di sisi lain, Pemkot Palembang juga melihat perlunya peningkatan jenjang pendidikan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan pemerintah kota.
Saat ini terdapat sekitar 22.000 ASN dan tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemkot Palembang. Dari jumlah tersebut, pegawai yang telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Strata 3 (S-3) disebut baru berjumlah 11 orang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Palembang menggandeng UMP untuk membuka peluang bagi para pegawai melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 maupun S-3.
Kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan akses pengembangan kompetensi sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Dukung Rencana Fakultas Kedokteran UMP
Kerja sama Pemkot Palembang dan UMP juga mencakup bidang kesehatan. Pemkot Palembang menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan Fakultas Kedokteran di UMP.
Rencana tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pemerintah kota untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu target yang tengah didorong adalah ketercukupan satu dokter spesialis untuk setiap Puskesmas.
Ketersediaan tenaga medis dengan kompetensi spesialis di tingkat layanan kesehatan dasar diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Selanjutnya, berbagai bentuk kerja sama strategis antara Pemkot Palembang dan UMP akan ditindaklanjuti oleh masing-masing OPD teknis. Dengan langkah tersebut, kerja sama yang telah dituangkan dalam MoU diharapkan dapat diwujudkan melalui program yang lebih konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Palembang. (bbs/ion)






