Pemkot Palembang Perkuat Program Kampung Proklim, Targetkan Setiap Kelurahan Miliki Satu Lokasi

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui optimalisasi Program Kampung Iklim (Proklim) yang berbasis partisipasi masyarakat. Program nasional yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan lingkungan sekaligus mendorong budaya hidup ramah lingkungan di tingkat kelurahan.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Optimalisasi Kampung Proklim yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Dr. Isnaini Madani, Kamis (30/7/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum evaluasi terhadap perkembangan Program Kampung Proklim selama satu dekade terakhir sekaligus menyusun strategi percepatan pembentukan lokasi baru dan peningkatan kualitas kampung Proklim yang telah terbentuk.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang periode 2015 hingga 2025, saat ini terdapat 143 lokasi Kampung Proklim yang tersebar di berbagai wilayah Kota Palembang.

Isnaini Madani mengatakan, Program Kampung Proklim merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang aktif melakukan berbagai aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.

“Program Kampung Proklim merupakan program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Target kami ke depan, minimal setiap kelurahan memiliki satu Kampung Proklim,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratu Dewa Bakal Pasang CCTV di Seluruh Kantor Lurah Palembang untuk Awasi Kinerja dan Absensi

Dua Strategi Percepatan Program

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian lokasi Proklim mengalami penurunan aktivitas setelah resmi dibentuk. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya keterbatasan anggaran, minimnya pendampingan, serta belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Palembang menyiapkan dua strategi utama, yakni ekstensifikasi dan intensifikasi.

Strategi ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas jumlah Kampung Proklim melalui pembentukan lokasi baru, terutama di kelurahan yang hingga kini belum memiliki kawasan Proklim.

Sementara itu, strategi intensifikasi diarahkan untuk meningkatkan kualitas lokasi yang sudah ada agar mampu naik status dari kategori Pratama dan Madya menjadi Utama hingga Lestari.

Menurut Isnaini, peningkatan status Kampung Proklim sangat bergantung pada konsistensi masyarakat dalam menjalankan berbagai aksi lingkungan.

Kegiatan tersebut meliputi konservasi sumber daya air, pembangunan lubang resapan biopori, pemanenan air hujan, penghijauan melalui penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pengomposan mandiri.

“Semakin aktif masyarakat melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan, maka semakin besar peluang Kampung Proklim memperoleh predikat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Camat dan Lurah Diminta Bergerak Cepat

Sebagai tindak lanjut hasil rapat, Pemkot Palembang menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk segera melakukan pendataan ulang terhadap lokasi Proklim yang telah ada sekaligus mengusulkan kawasan baru yang dinilai layak dikembangkan.

Baca Juga :  Bunda Literasi Palembang Ajak Orang Tua Biasakan Membaca 15 Menit Sehari untuk Anak

Selain itu, wilayah yang dinilai berpotensi meningkatkan status Kampung Proklim juga diminta segera diusulkan kepada pemerintah kota.

Seluruh usulan tersebut ditargetkan sudah diterima paling lambat dua minggu setelah rapat dilaksanakan sebagai dasar penyusunan program lanjutan.

Biopori Akan Didorong Masuk Persyaratan Bangunan

Tidak hanya menguatkan partisipasi masyarakat, Pemkot Palembang juga mulai mengintegrasikan kebijakan mitigasi perubahan iklim ke dalam tata ruang dan pembangunan perkotaan.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah mendorong penyediaan lubang resapan biopori sebagai salah satu persyaratan pembangunan, khususnya bagi bangunan komersial seperti hotel, pusat usaha, dan kawasan industri.

Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan daya serap air, mengurangi potensi genangan, sekaligus memperkuat daya dukung lingkungan di tengah pesatnya pembangunan Kota Palembang.

Melalui optimalisasi Program Kampung Proklim, Pemkot Palembang berharap kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan semakin meningkat. Di sisi lain, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan kota dalam menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *