BANDA ACEH, viralsumsel.com – Persiraja Banda Aceh masih memiliki pekerjaan rumah dalam menyempurnakan komposisi skuad menjelang bergulirnya Championship 2026/27.
Tim berjuluk Laskar Rencong tersebut terus melakukan pencarian pemain untuk memastikan seluruh kebutuhan tim terpenuhi, termasuk memenuhi ketentuan regulasi mengenai pemain usia muda.
Pelatih kepala Persiraja, Jaya Hartono, mengakui proses melengkapi skuad tidak berjalan sederhana. Pasalnya, tim tidak hanya membutuhkan pemain untuk memenuhi persyaratan administrasi kompetisi, tetapi juga mencari sosok yang mempunyai kualitas serta kesiapan untuk langsung memberikan kontribusi di lapangan.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama Persiraja dalam menentukan pemain yang akan direkrut. Jaya menegaskan bahwa pemain muda yang dicari harus memiliki kemampuan yang cukup sehingga keberadaannya tidak sekadar menjadi pelengkap daftar skuad.
Saat ini, Persiraja masih membutuhkan tambahan pemain di posisi bek tengah atau stoper. Perekrutan tersebut menjadi salah satu prioritas sebelum tim benar-benar menutup komposisi skuad untuk menghadapi kompetisi musim baru.
Jaya menyebut aturan mengenai pemain yang masuk kategori regulasi menjadi tantangan tersendiri. Persiraja harus menyesuaikan komposisi dengan ketentuan yang mengharuskan adanya delapan pemain dalam kategori tersebut, sementara dua di antaranya wajib dimainkan.
Situasi itu membuat tim pelatih harus lebih selektif. Pemain yang direkrut idealnya tidak hanya memenuhi persyaratan usia atau regulasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing dan tampil ketika dibutuhkan.
“Kami masih membutuhkan satu pemain di posisi stoper. Persoalannya, jumlah pemain yang harus memenuhi regulasi cukup banyak, yakni delapan pemain dan dua di antaranya wajib dimainkan. Jadi kami harus mencari pemain yang sesuai aturan sekaligus benar-benar siap tampil. Mencari pemain dengan kriteria seperti itu memang tidak gampang,” ujar Jaya Hartono.
Meski demikian, pelatih Persiraja melihat perkembangan positif dari pemain yang sudah berada dalam skuad. Menurutnya, sejumlah pemain mulai menunjukkan potensi yang bisa dikembangkan untuk menghadapi persaingan Championship 2026/27.
Jaya menilai pekerjaan yang tersisa lebih banyak berkaitan dengan peningkatan kondisi fisik. Jika aspek tersebut dapat dibenahi dengan baik, para pemain yang ada dinilai memiliki peluang untuk memberikan kontribusi dalam kompetisi.
“Kami sudah bisa melihat gambaran kemampuan pemain yang ada. Tinggal bagaimana kondisi fisik mereka terus ditingkatkan agar benar-benar siap menghadapi pertandingan,” tambahnya.
Persiraja sendiri memiliki waktu untuk terus melakukan pembenahan sebelum kompetisi resmi dimulai. Pelatih dan manajemen masih berusaha menemukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim, terutama untuk memperkuat kedalaman skuad sekaligus memenuhi ketentuan kompetisi.
Komposisi yang ideal menjadi penting mengingat Persiraja akan menghadapi persaingan panjang di Championship 2026/27. Selain kualitas individu, kedalaman skuad juga akan menjadi faktor penting ketika tim harus menghadapi jadwal pertandingan serta potensi masalah kebugaran pemain.
Pada musim ini, Persiraja kembali berada di Grup Barat. Laskar Rencong akan bersaing dengan sejumlah klub asal Sumatera, seperti PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, Semen Padang FC dan Sumsel United.
Selain klub-klub dari Pulau Sumatera, Persiraja juga akan berhadapan dengan beberapa tim asal Pulau Jawa yang turut menghuni grup tersebut.
Persaingan di Grup Barat diperkirakan berlangsung ketat. Karena itu, Persiraja membutuhkan skuad dengan komposisi yang seimbang antara pemain berpengalaman dan pemain muda yang mampu memenuhi regulasi sekaligus memiliki kemampuan bersaing.
Pekerjaan Persiraja kini tidak hanya menyelesaikan pencarian satu stoper tambahan, tetapi juga memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik sebelum kompetisi dimulai.
Dengan persiapan yang terus berjalan, Laskar Rencong berharap dapat memiliki skuad yang lengkap, kompetitif dan siap menghadapi tantangan Championship 2026/27. (bbs/ion)










