Pindad Unjuk Gigi di IIMS 2026, Maung MV1-MV2 Tampilkan Otot Kendaraan Taktis Nasional

Foto dok istimewa

 

viralsumsel.com, JAKARTA– PT Pindad memanfaatkan panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 untuk menegaskan kapasitas industri pertahanan nasional. Dua kendaraan taktis andalannya, Maung MV1 dan Maung MV2 4×4, dipamerkan secara terbuka di Hall B Booth B9, JIExpo Kemayoran, sepanjang 5-15 Februari 2026.

Tak sekadar dipajang, kehadiran Maung di IIMS 2026 menjadi etalase kemampuan rancang bangun kendaraan militer dalam negeri yang kini semakin diterima di ruang sipil dan pemerintahan. Menariknya, kendaraan tempur ringan ini hadir di booth Prestige Image Motorcars, perusahaan yang selama ini identik dengan supercar impor kelas dunia.

CEO Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong produk nasional tampil sejajar dengan merek global.

“Menampilkan Maung di IIMS 2026 bukan sekadar pameran, tetapi simbol kolaborasi strategis lintas sektor untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional,” ujar Rudy.

Momentum ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah. Sejak akhir 2024, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penggunaan Maung sebagai kendaraan dinas bagi jajaran menteri dan pejabat eselon I Kabinet Merah Putih.

Baca Juga :  deGadai Umumkan Peningkatan Layanan Lewat Ekosistem gadaiterdekat.com

“Kebijakan tersebut menjadi sinyal kuat kepercayaan negara terhadap produk dalam negeri sekaligus upaya mengurangi ketergantungan pada kendaraan impor,” tambah Rudy.

Spesifikasi dan Ketangguhan Maung MV1-MV2

Di balik desainnya yang maskulin, Maung MV1 dan MV2 dirancang sebagai kendaraan multi-misi dengan konfigurasi penggerak 4×4, mampu mengangkut empat personel dan beroperasi di medan ekstrem.

Maung MV1 4×4 tampil sebagai varian dengan performa paling agresif. Rantis ini mengandalkan mesin diesel bertenaga 184 HP dengan torsi puncak 420 Nm. Dengan bobot tempur sekitar 3 ton, MV1 memiliki rasio daya terhadap berat lebih dari 50 HP per ton.

Kecepatan maksimumnya mencapai 120 km/jam, dengan jarak jelajah sekitar 600 km dalam sekali pengisian bahan bakar.

Sementara itu, Maung MV2 4×4 dikembangkan dengan fokus pada efisiensi dan daya jelajah. Mesin dieselnya menghasilkan tenaga 160 HP pada 3.200 rpm dengan torsi 385 Nm. Meski lebih rendah dari MV1, MV2 unggul signifikan dalam jangkauan operasional yang mencapai 1.000 km, menjadikannya ideal untuk misi jarak jauh.

Baca Juga :  Menperin Belum Mau Beberkan Nasib Proposal Mobnas dari Hyundai

Dari sisi dimensi, kedua varian memiliki panjang sekitar 5,2 meter dan lebar 2,1 meter. Perbedaannya terlihat pada tinggi kendaraan, di mana MV2 dibuat lebih rendah di angka 1,86 meter, sementara MV1 memiliki tinggi 2 meter.

Kemampuan off-road keduanya setara yaity mampu menaklukkan tanjakan dengan kemiringan 60%, bertahan di kemiringan samping 30%, serta melintasi genangan air atau parit sedalam 0,75 meter.

Untuk mendukung tugas di berbagai kondisi medan, Maung MV1 dan MV2 dirancang dengan pendekatan fungsional sekaligus praktis. Keduanya sudah mengadopsi transmisi otomatis untuk kemudahan manuver, dilengkapi sistem pendingin kabin agar kru tetap nyaman, serta dibekali perangkat penunjang darurat mulai dari dongkrak elektrik hingga ban serep yang siap digunakan di situasi tak terduga. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *