
viralsumsel.com, JAKARTA – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang menjadi pemantik keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam menyoroti praktik perusakan hutan di Sumatera. Di posko pengungsian Jembatan Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025), Prabowo tidak hanya menyampaikan empati, tetapi juga peringatan keras kepada para kepala daerah.
“Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan. Pemda harus lebih waspada, lebih awasi. Alam kita harus dijaga betul,” ujar Prabowo.
Di balik pernyataan Presiden, Kementerian Kehutanan ternyata sudah lebih dulu mengendus adanya pola kerusakan sistematis di hulu Sungai Aceh dan sejumlah kawasan lain di Sumatera. Penelusuran Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) mengarah pada lima titik pembalakan liar yang disebut sebagai jantung masalah.
Kelima titik itu kini disegel yaitu dua berada dalam konsesi PT TPL, sementara tiga lainnya berada di area Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) atas nama individu JAM, AR, dan DP. Pemasangan papan larangan telah dilakukan sejak 4 Desember 2025 tepat beberapa hari sebelum banjir besar merendam puluhan desa.
Direktur Jenderal Gakkum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengungkap temuan yang lebih mengkhawatirkan. Menurutnya, terdapat pola yang konsisten pada setiap wilayah yang mengalami kerusakan parah.
“Di mana hutan di hulu dirusak, di situ hilirnya menjadi titik bencana. Yang mengkhawatirkan, aktivitas PHAT yang seharusnya legal justru dipakai sebagai kedok untuk memperluas pembalakan liar ke kawasan hutan negara,” ujarnya. (mel)






