SOLO, viralsumsel.com — Ambisi PSS Sleman untuk terus menjaga jarak dengan PS Barito Putera di papan atas klasemen sementara Grup 2 Pegadaian Championship 2025/26 harus tertahan. Pada laga pekan ke-14 yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (5/1) malam, skuad berjuluk Super Elang Jawa takluk dengan skor tipis 1-2 dari tuan rumah Kendal Tornado FC.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi PSS yang sebelumnya berupaya menempel ketat Barito Putera dalam perburuan posisi puncak klasemen. Kendal Tornado FC tampil efektif dan disiplin, memanfaatkan momentum penting sepanjang laga.
Gol pembuka Kendal Tornado FC lahir pada menit ke-31 melalui Patrick Cruz yang sukses mengeksekusi tendangan penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Cruz dijatuhkan di area terlarang saat berupaya menusuk pertahanan PSS.
Situasi semakin sulit bagi PSS Sleman menjelang akhir babak pertama. Pemain muda mereka, Ferrel Arda, harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu kuning kedua, yang otomatis berujung kartu merah. Kondisi ini memaksa PSS bermain dengan 10 pemain sejak sebelum turun minum.
Meski kalah jumlah pemain, PSS menunjukkan daya juang tinggi. Pada menit ke-56, Gustavo Tocantins berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui penyelesaian tajam yang membangkitkan harapan tim tamu.
Namun, keunggulan itu hanya bertahan singkat. Enam menit berselang, tepatnya di menit ke-62, Juan Pablo Morales kembali membawa Kendal Tornado FC unggul setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang PSS. Gol tersebut sekaligus menjadi penentu kemenangan tuan rumah.
Hasil ini berdampak langsung pada peta persaingan klasemen. PSS Sleman tetap berada di posisi kedua dengan 30 poin, namun jarak dengan Barito Putera di puncak klasemen melebar menjadi empat poin. Situasi kian krusial karena Persipura Jayapura di peringkat ketiga kini menguntit dengan 29 poin, hanya terpaut satu angka.
Pelatih PSS Sleman, Anysari Lubis, mengakui kualitas permainan Kendal Tornado FC yang tampil agresif sejak awal laga.
“Kami tahu Kendal adalah tim dengan organisasi permainan yang rapi dan pendekatan taktik yang kuat. Tekanan ketat mereka membuat kami kesulitan mengembangkan permainan, terutama di awal babak pertama,” ujarnya.
Sementara itu, pemain PSS Kevin Gomes tak menutupi kekecewaannya atas hasil akhir. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya.
“Kami sudah berjuang sampai detik terakhir. Bahkan sempat ada gol yang dianulir. Hasil ini memang mengecewakan, tapi saya bangga dengan kerja keras tim,” ungkapnya.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi PSS Sleman untuk segera bangkit jika ingin tetap bersaing di jalur perebutan posisi puncak Grup Timur. (Lib)






