VIRALSUMSEL.COM – Penantian panjang akhirnya berakhir. Setelah absen selama hampir tiga dekade, Timnas Austria kembali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia FIFA 2026. Di bawah kepemimpinan pelatih berpengalaman Ralf Rangnick, Austria datang dengan identitas baru, semangat baru, dan ambisi besar untuk menciptakan kejutan.
Keberhasilan lolos ke putaran final menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Austria. Lebih dari sekadar hasil di lapangan, perjalanan menuju Piala Dunia juga telah membangkitkan antusiasme besar di kalangan masyarakat Austria yang selama bertahun-tahun menanti momen tersebut.
Dalam wawancara menjelang turnamen, Rangnick mengungkapkan kebahagiaannya melihat bagaimana tim nasional berhasil membangun hubungan emosional yang kuat dengan para pendukung.
Menurut pelatih berusia 67 tahun itu, keberhasilan Austria bukan hanya karena kualitas permainan, tetapi juga karena kekompakan yang terbangun di dalam tim.
“Kami bukan sekadar kumpulan pemain yang memiliki tujuan yang sama. Kami sudah berkembang menjadi sebuah keluarga. Para pemain sendiri sering menyampaikan hal itu. Kebersamaan inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesar kami,” ujarnya.
Sejak ditunjuk menangani Austria pada 2022, Rangnick perlahan membentuk karakter permainan yang agresif, proaktif, dan berani menekan lawan. Filosofi tersebut membuat Austria tampil lebih percaya diri saat menguasai bola maupun ketika bertahan.
Tantangan Berat di Grup Piala Dunia 2026
Meski optimistis, Rangnick menyadari tantangan yang akan dihadapi timnya di Piala Dunia 2026 tidak akan mudah.
Austria tergabung dalam grup yang diisi juara bertahan dunia Argentina, wakil Asia Jordan, serta satu kontestan kuat lainnya. Menurut berbagai analisis statistik, grup tersebut bahkan disebut sebagai salah satu grup terberat dalam turnamen.
Rangnick menilai pertandingan pembuka melawan Jordan akan menjadi laga yang sangat menentukan bagi peluang timnya melaju ke fase gugur.
“Semua orang tentu menyoroti pertandingan melawan Argentina karena mereka adalah juara dunia. Namun bagi kami, laga pertama menghadapi Jordan bisa menjadi pertandingan yang paling menentukan,” katanya.
Target utama Austria adalah lolos dari fase grup dan mengamankan tiket menuju Babak 32 Besar.
David Alaba Jadi Pemimpin Penting
Dalam skuad Austria, peran kapten tim tetap dipegang oleh bek senior Real Madrid, David Alaba.
Rangnick menilai Alaba memiliki pengaruh besar, bukan hanya sebagai pemain berpengalaman, tetapi juga sebagai figur pemersatu di ruang ganti.
Menurutnya, kehadiran Alaba memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi tim karena sosoknya dihormati oleh seluruh pemain.
“David adalah hadiah bagi setiap pelatih. Pengaruhnya jauh melampaui apa yang ia lakukan di atas lapangan. Ucapannya memiliki bobot dan selalu didengar oleh rekan-rekannya,” jelas Rangnick.
Pada Piala Eropa sebelumnya, Alaba lebih banyak berperan sebagai kapten nonaktif karena kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih. Namun kali ini Austria berharap sang kapten dapat tampil penuh dan memimpin langsung perjuangan tim di lapangan.
Austria Ingin Menjadi Kejutan Turnamen
Meski tidak termasuk dalam daftar favorit juara, Rangnick justru melihat kondisi tersebut sebagai keuntungan.
Ia ingin Austria kembali menjadi tim yang mampu mengejutkan banyak pihak seperti yang mereka lakukan pada ajang UEFA EURO 2024 ketika berhasil bersaing dengan negara-negara besar Eropa.
Menurutnya, masih banyak negara yang belum benar-benar menyadari perkembangan pesat yang dialami Austria dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami ingin menghadirkan kejutan. Banyak orang mungkin belum memasukkan Austria dalam perhitungan, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa kami mampu bersaing dengan siapa pun,” tegasnya.
Rangnick juga menekankan bahwa Austria ingin dikenal bukan hanya karena hasil pertandingan, tetapi juga karena karakter dan nilai-nilai yang mereka tunjukkan selama turnamen berlangsung.
Ia berharap para penonton dapat melihat semangat juang, kebersamaan, dan identitas permainan Austria sejak menit pertama hingga akhir pertandingan.
“Yang terpenting adalah menunjukkan jati diri kami. Baik melalui gaya bermain, kekompakan tim, maupun nilai-nilai yang kami pegang sebagai sebuah kelompok,” tutup Rangnick.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman, filosofi permainan yang jelas, serta dukungan besar dari masyarakat Austria, Die Rot-Weiß-Roten kini siap menulis babak baru dalam sejarah sepak bola mereka di Piala Dunia 2026. (bbs)






