Banner Iklan Pemprov Sumsel Vaksin Booster

Iklan OKI
Banner Iklan HUT Pemkab Muba 2022
Pj Bupati Muba Apriyadi meninjau pengrajin sandal jepit berbahan baku karet di Plakat Tinggi. Foto : viralsumsel.com/dev
Pj Bupati Muba Apriyadi meninjau pengrajin sandal jepit berbahan baku karet di Plakat Tinggi. Foto : viralsumsel.com/dev

Seribu Sandal Jepit Dibagikan untuk Masjid di Muba

viralsumsel.com, MUBA – Warga pengrajin sandal jepit berbahan baku karet di Plakat Tinggi mendapat tantangan dari Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi.

Pj Bupati Apriyadi meminta agar para masyarakat Plakat Tinggi yang sudah mendapatkan pelatihan pembuatan sandal jepit untuk membuat sebanyak seribu sandal.

“Sekarang kan sudah mahir buat sandal-nya setelah dapat pelatihan. Nah, untuk support di awal ini saya beli seribu sandal jepit, nanti sandal tersebut akan saya bagikan untuk masjid-masjid di Kabupaten Muba, ke depan sandal jepit ini akan dipasarkan lewat aplikasi bela pengadaan, nanti saya akan jadi salesnya langsung jual ke pejabat-pejabat se-Sumsel ini,” ungkap Apriyadi.

Lanjutnya, sandal jepit tersebut nantinya bisa digunakan untuk mengambil wudhu di masjid. “Kalau sudah selesai nanti, sandal jepitnya langsung diantar ke rumah dinas Bupati,” tegasnya.

Baca Juga :   Pemprov Salurkan 100 Ton Beras Untuk 120 Desa di Kabupaten Ogan Ilir

Sebelumnya, pada Senin (31/10/2022) Pj Bupati Apriyadi memboyong sejumlah warga khususnya di Sukamaju (SP5) Kecamatan Plakat Tinggi melakukan hilirisasi karet yakni berupa pembuatan produksi sandal, sarung tangan, karpet, karet gelang, dan aksesoris gantungan kunci.

Hal ini tampak ketika Pj Bupati Apriyadi mendatangi langsung lokasi pembuatan sandal jepit yang dilakukan warga di Plakat Tinggi, Kamis (3/11/2022) ke pusat Pelatihan Hilirisasi Karet Kecamatan Plakat Tinggi.

“Satu pasang sandal hanya butuh waktu setengah jam untuk proses pembuatannya, kami sangat berterima kasih dengan pak Bupati Apriyadi yang memfasilitasi kami,” ungkap Sunarno warga Desa Sialang Agung Plakat Tinggi yang mendapatkan pelatihan hilirisasi karet.

Menurutnya, pelatihan seperti ini sudah sejak lama diimpikan warga terutama yang berpenghasilan dari bertani karet. “Alhamdulillah sekarang kami kalau sudah menyadap karet di kebun, pulang kerumah kami bisa membuat sandal jepit dan aksesoris lainnya yang sudah diajarkan pada saat pelatihan ini untuk kemudian dijual ke pasar,” terangnya.

Baca Juga :   Warga Muba Kompak Pakai Daun Pisang Hingga Anyaman Bambu untuk Wadah Daging Qurban

Ia menjelaskan, untuk membuat sepasang sandal jepit hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan menggunakan alat press dan molding yang sudah difasilitasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muba.

“Olahan karet setengah jadi kemudian dicampur dengan beberapa jenis cairan kimia, hasilnya tak kalah dengan sandal jepit yang dijual dipasaran, kami juga dari pelatihan ini tidak hanya bisa buat sandal jepit tetapi juga buat karet gelang, sarung tangan, dan aksesoris gantungan kunci,” bebernya. (dev)

Iklan OKI

Check Also

Agus Dharwah Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Saat Membuka POMNAS 2022 Di Kota Prabumulih. Foto : ist

Gubernur Sumsel H. Herman Deru Resmi Buka Pamnas 2022, Ini Kata Agus Dharwah.

Viralsumsel.com, PRABUMULIH – Pameran Nasional (Pamnas) Tahun 2022 sukses diselenggarakan. Pameran nasional ini dimeriahkan oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *